SuaraBandung.id – Belum lama ini, Rian Fahardhi yang dijuluki sebagai Presiden Gen Z kembali berkomentar terkait isu-isu viral melalui akun TikTok miliknya.
Kali ini, Rian memberi pendapatnya soal pernyataan Deddy Corbuzier yang mengkritik KPI ketika Fajar Sadboy muncul di televisi.
Diketahui bahwa menurut Deddy, KPI seharusnya menindak lanjut soal Fajar Sadboy yang masih di bawah umur diundang tampil di televisi untuk mempertontonkan kisah asmaranya.
Menanggapi hal itu, Rian menyebutkan, ada banyak konten di media sosial yang sebenarnya lebih berdampak buruk bagi masyarakat, jika dibandingkan dengan televisi.
“Ketika podcast Om Ded berbicara soal keintiman, Ketika ngundang kaum LGBT. Bukankah itu lebih parah?,” kata Rian.
Lebih lanjut, Rian juga menyayangkan terkait aktivitas media sosial yang tidak diatur dalam Undang-Undang Penyiaran.
“Di sini tidak ada filterisasi atau redaksi, tapi harusnya sadar diri kalau media sosial hari ini itu dampaknya bahkan setara dengan televisi,” ungkapnya.
Tanggapan Aturan KPI Tentang Pedoman Lembaga Penyiaran
Rian juga menyinggung soal Pasal 29 peraturan KPI tentang pedoman perilaku lembaga penyiaran ketika melibatkan anak atau remaja.
Baca Juga: Beda Tuntutan 5 Terdakwa Pembunuhan Brigadir J, Tak Ada Hal yang Meringankan Bagi Ferdy Sambo
Di dalam aturan itu disebutkan, lembaga penyiaran tidak boleh mewawancarai anak atau remaja berusia di bawah umur 18 tahun mengenai hal-hal di luar kapasitas mereka untuk menjawabnya, seperti: kematian, perceraian, perselingkuhan orang tua dan keluarga, serta kekerasan, konflik, dan bencana yang menimbulkan dampak traumatis.
Sebelumnya, Deddy menilai, KPI tidak merealisasikan aturan ini ketika Fajar Sadboy diwawancarai soal kisah asmara di televisi.
Kemudian muncul tanggapan lain dari Rian, soal pernyataan Deddy tersebut.
“Saya pikir ini agak berlebihan ini agak berlebihan konteksnya. Pertanyaan host di televisi juga saya pikir tidak menyentuh ke arah sana,” ujarnya.
Jadi menurut Rian, teka-teki asmara antara Fajar Sadboy dan mantannya adalah bagian dari hiburan atau entertain saja.
Namun, di tengah perdebatan itu, Rian sependapat dengan Deddy bahwa televisi seharusnya lebih menampilkan anak yang memiliki prestasi.
“Saya setuju dengan Om Ded soal orang yang berprestasi, harusnya lebih dilirik di acara TV, dibanding dengan orang yang cuma mempertontonkan sensasi,” tutur Rian.
Berita Terkait
-
Fajar Sadboy Seliweran di Televisi, Deddy Corbuzier Sentil Kinerja KPI: Sibuk Ngeblur
-
Fajar Sadboy Muncul di TV, Deddy Corbuzier Kritik Keras KPI
-
Fajar Sadboy Sering Nongol di TV, Deddy Corbuzier Ngamuk ke KPI: di Mana Kalian?
-
Tayangan Fajar Sadboy Laku Keras, Deddy Corbuzier: Masyarakat Suka Tontonan Tentang Kebodohan Orang Lain
-
Resmi Ditahan karena KDRT, Ferry Irawan Merengek Minta Maaf ke Venna Melinda Dibilang Mirip Fajar Sadboy
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim
-
Berbekal Mental Baja, Mampukah Inggris Redam Argentina di Semifinal?
-
Honda Super One Mencoba Peruntungan di Segmen Mobil Listrik
-
Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat
-
Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?
-
Riau Dapat Jatah Program Bedah Rumah 5.000 Unit, SF Hariyanto: Luar Biasa
-
Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual
-
Moisturizer Apa yang Bagus untuk Mencerahkan? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?
-
"Benny Ramrez and the Nearly Departed", Fantasi Middle Grade Penuh Makna