SuaraBandung.id - Polresta Bandung berhasil membongkar home industri pembuatan sabu di Ciwidey. Lokasi lengkapnya yakni di Kampung Ciseupan, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Polresta Bandung, Kombes Pol Kuswiro Wibowo bahwa informasi terkait lokasi home industri pembuatan sabu tersebut merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Sat Narkoba Polresta Bandung.
Lebih lanjut, tersangka berinisial CR sempat bekerja di Bali di klub malam selama 2 tahun. Sebelum akhirnya ia memutuskan kembali ke Ciwidey.
"Home industri sabu di dalam rumah atau yang disebut London Lab tersembunyi pembuatan sabu yang dilakukan oleh tersangka inisial CR."
"Dimana CR ini terakhir tinggal di Ciwidey ini tahun 2021," kata Kombes Pol Kuswiro Wibowo. Dikutip dari Instagram @polrestabandung oleh bandung.suara.com pada Kamis (19/1/2023).
Saat pertama kali sampai di Ciwidey, tersangka mengaku tidak langsung bekerja untuk membuat sabu melainkan memesan bahan pembuatan sabu melalui situs online.
Selain bahan-bahan yang ia pesan, CR pun meminta kawannya yang berada di Bali untuk mendapatkan bahan-bahan pelengkap lainnya.
Selain itu, tersangka mengungkapkan bahwa dirinya memahami cara untuk membuat sabu didasarkan kepada hasil belajarnya di internet.
"Dengan yang bersangkutan belajar membuat sabu di Internet," pungkas Kombes Pol Kuswiro Wibowo yang diunggah melalui akun instagram @polrestabandung pada Kamis (19/1/2023). (*)
Baca Juga: Sudah Dipakai, Bunda Corla Ogah Kembalikan Duit Rp100 Juta Pemberian Nikita Mirzani
Sumber: Instagram POLRESTA BANDUNG
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi