/
Rabu, 25 Januari 2023 | 16:15 WIB
Buku Laut Bercerita atau The Sea Speaks His Name (Instagram/@leilachudori)

Kau Bisa Mengingat Tanpa Perlu Bersusah Payah Menghafal

Menariknya buku dengan sampul yang mengilutrasikan seseorang yang kakinya terikat dengan rantai dan berdiri di dasar laut ini, masih nyaman untuk dibaca meski tak menghabiskannya dalam sekali duduk,

Penulisan naskah Laut Bercerita boleh dikatakan seperti halnya kita sedang menonton drama korea dengan beberapa episode.

Meski menggoda untuk ditonton hingga selesai dalam satu waktu namun tak jadi masalah jika melanjutkannya dilain kesempatan. Tanpa perlu membaca dari awal lagi, pembaca bisa langsung melanjutkan.

Penggambaran tokoh yang ditulis secara unik dengan penekanan ciri khas tokoh yang disisipkan secara berkala. Perlahan membuat pembaca dengan sendirinya hafal apa yang sudah ia baca sebelumnya.

Mahasiswa dengan Keberanian, Kemanusiaan dan Kehangatan

Kehidupan seorang mahasiswa dan beban yang ia pikul, bukan menjadi seuatau yang dirahasiakan lagi bahkan hingga saat ini. Ratusan isu dilemparkan kepada mahasiswa. Ribuan harapan dihadapkan kepada mahasiswa.

Pergerakan dalam novel Laut Bercerita, terasa begitu nyata. Permasalahan yang timbul bukan hanya tentang pribadi, keluarga, persahabatan, namun sampai pada ranah kemanusiaan yang dipegang oleh para penguasa.

Maka bukan hal yang mudah untuk menyuarakan keberanian ditengah tekanan yang mengancam nyawa dan kehidupan orang-orang yang mereka sayangi.

Baca Juga: Dian Sastrowardoyo Lebih Suka DPR LIVE Daripada BTS, Bahkan Sudah Saling Follow di Instagram

Lalu bagaimana cara Biru Laut, Asmara Jati, Kinan, Alex Parazon, Sunu Dyantoro juga kawan-kawan lainnya bisa berjuang? Siapakah meraka yang hilang ini?

Temukan jawabannya dengan membaca buku Laut Bercerita karangan Leila S. Chudori yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) ini. (*)

Load More