SuaraBandung.Id - Film atau video pornografi merupakan film yang bermuatan unsur yang mengeksploitasi hubungan dan aurat manusia.
Menonton hal-hal yang berbau porno dilakukan oleh semua kalangan dan lintas agama. Melampaui itu, kalangan muslim pun tak sedikit yang menonton, terlebih bagi orang muda.
Pertanyaanya, bagi kalangan muslim apakah haram dan dosa menonton video porno? Begini kata Buya Yahya dalam ceramahnya yang tayang di Youtube Buya Yahya, (30/10/2018).
Buya Yahya pun geram pada fatwa-fatwa ustadz yang mengatakan bahwa menonton film seperti itu adalah tidak dosa.
“Urusan masalah melihat gambar-gambar porno, hati-hati dengan fatwa picisan. Sebagian ustadz mengatakan tidak apa-apa. Bagimana tidak apa-apa? Kalau anda Ustadz memang punya hobi, diem-diem ajalah, jangan disebarkan ke orang. Dosa-dosa sendiri saja sudah berat, apalagi disebar ke orang," ujar Buya Yahya.
“Melihat gambar-gambar porno jelas membangkitkan syahwat. Kalau dia gak bangkit syahwatnya, jelas orang sakit, dia orang gila, “ tuturnya.
Lebih lanjut, Buya Yahya menuturkan bila menonton video porno tidak membangkitkan syahwat, itu tidak dosa, tetapi hanya orang gila yang tak terpancing syahwatnya.
Dampak dari video porno pun, menurutnya akan membuat rasa candu dan kebiasaan yang terus diulang-ulang.
“Mungkin ketika disuruh baca Al-Qur'an, kitab, buku baru sebantar sudah capek, tetapi ketika menonton porno bisa betah satu jam karena urusannya dengan syahwat dan tidak bisa dihentikan,” tegas dia.
Baca Juga: Enak Tapi Dosa, Ini Hukuman Perzinaan Menurut Buya Yahya: Tak Diampuni Selama 40 Tahun?
Adapun cara untuk berhenti menonton film seperti itu menurutnya ada beberapa.
“Kita mesti meyakinkan bahwa melihat itu adalah haram, “ katanya.
Hanya dengan mengharamkannya seseorang akan berhenti menonton video porno.
(*Faudzil Adhiem)
Sumber: Youtube Buya Yahya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Target Utama Jonatan Christie Tahun Ini: Juara Indonesia Open 2026!
-
Ulasan Drama Live Up to Your Youth, Ambisi dan Cinta di Kota Beijing Era-90
-
4 Parfum Aroma Floral dan Fruity di OH!SOME, Wangi Segar dan Feminin untuk Sehari-hari
-
Ivan Gunawan Temukan Brand Hijab Bernama Irwan Ginawan, Langsung Beri Komentar Kocak
-
Serba Salah Jadi Perempuan: Mau Hemat Dibilang Pelit, Mau Belanja Dibilang Boros
-
Zero Waste di Era Serba Instan: Idealisme Gen Z vs Realita di Lapangan
-
Polda Metro Hormati Putusan Praperadilan Andrie Yunus, Tegaskan Tak Hentikan Penyidikan Diam-diam
-
Menang 3-0 atas Myanmar, Pemain Persija: Timnas Indonesia U-19 Belum Sesuai Ekspektasi
-
Kisruh Akomodasi Peserta AFF U-19 2026, Pemkot Medan Bantah Pernah Janji Biayai
-
Kedaulatan Pangan atau Ketergantungan yang Dipelihara?