SuaraBandung.id - KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha merupakan penceramah asal Rembang, Jawa Timur.
Belakangan ini, da'i kelahiran 29 September 1970 itu menjadi salah satu da'i yang ceramah dan kajian agamanya digemari oleh banyak orang.
Bagaimana tidak, di usianya yang ke-53 tahun, Gus Baha dikenal sebagai ahli Tafsir Al-Quran dan kitab-kitab lainnya.
Ternyata, ia merupakan murid dari ulama besar dan kharismatik asal Rembang, Syaikhona KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen).
Menjelang gurunya wafat, Gus Baha sering mendapatkan hal tidak biasa yang ia anggap sebagai pertanda.
Pertanda ini diceritakan oleh Gus Baha, di antaranya:
1. Meminta santri untuk mendo'akannya
Sebelum berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji, Mbah Moen minta dido'akan oleh santrinya.
"Do'akan aku wafat di Mekah ya, cung!," ucap Mbah Moen, dikisahkan oleh Gus Baha
Baca Juga: Pengembangan Sepak Bola Indonesia, PSSI Dapat Kucuran Rp 86,5 Miliar dari FIFA
2. Minitipkan uang
Mbah Moen menitipkan sejumlah uang kepada anak pertamanya, Gus Ubab, sambil berkata, "Bab, jika aku pulang, kembalikan uang ini. Jika tidak, bagikan ke anak-anak,".
3. Wafat hari Selasa
Mbah Moen pernah guyon kepada Gus Baha, "Jika aku wafat hari Selasa, berarti aku ulama. Karena ulama itu wafatnya hari Selasa,".
"Kalau kalian mati Selasa atau Sabtu, mati ya mati saja, ga ada ngaruhnya" tambahnya.
Sebagai informasi, Mbah Moen wafat pada Selasa (6/8/2019) pukul 04.17 waktu setempat saat melaksanakan ibadah haji.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik