SuaraBandung.id - Kefakiran seseorang dapat disebabkan sebutir nasi, kalimat mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Buya Yahya lalu mengapa hal ini bisa terjadi?
Buya Yahya mengungkapkan bahwa sebutir nasi dapat menjadikan seseorang berada dalam kondisi kefakiran yang sangat menderita.
Sebagai informasi, kefakiran sendiri merupakan kondisi dimana seseorang memiliki harta namun tidak mencukupi kebutuhannya.
Pun apabila memiliki pekerjaan, hasil dari apa yang ia kerjakan (gaji) tidak bisa menutupi dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Buya Yahya menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan sebutir nasi adalah bagian dari makanan yang tidak dihabiskan atau seseorang makan namun ada sisanya.
Sisa dari makanan ini berdampak tidak baik, sebab jangankan sisa dari apa yang dimakan itu banyak apabila sedikit pun akan membawa kemudharatan.
"Kalau makan dihabisin, gayanya kayak paham agama, aturan. Gayanya kalau makan kayak ningrat, disisakan di pojok ditutupin pake sendok itu menunjukan kita kaya, kita cukup. Adab dari mana itu?," Kata Buya Yahya.
Maka Buya Yahya menekankan agar menerapkan adab yang betul ketika makan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Tempat makan haruslah bersih dan tidak meninggalkan jejak dari makanan yang disisakan atau sengaja tidak dimakan untuk alasan apapun.
Baca Juga: Beri Tatapan Nyolot ke Kamera, Tindakan Mario Dandy Dirujak Netizen
"Jadi kalau makan bersih, nampan bersih karena bisa saja sebutir nasi menjadi akibat kefakiranmu," pungkas Buya Yahya dalam Short YouTube yang dikutip pada Sabtu (11/3/2023). (*)
Sumber: YouTube Al-Bahjah TV
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta