/
Senin, 10 April 2023 | 20:55 WIB
Ilustrasi mengendari mobil saat mudik ((Pixabay/Oatawa))

SUARA BANDUNG - Bulan Ramadhan selain identik dengan puasa, tarawih, buka bersama, tadarus Al Qur'an, rasa-rasanya belum lengkap bila kita belum membahas mudik lebaran.

Mudik Lebaran adalah satu tradisi pulang kampung bagi para perantau atau bagi keluarga yang sudah punya tempat tinggal baru di satu kota tertentu.

Umumnya mereka pulang ke kampung halaman atau rumah keluarga di daerah asalnya saat menjelang  Hari Raya Idul Fitri. 

Tradisi mudik lebaran memiliki nilai-nilai sosial dan budaya yang tinggi. Di momen lebaran biasanya dilakukan untuk berkumpul dengan keluarga dan kerabat di kampung halaman, saling bermaaf-maafan, serta merayakan Idul Fitri bersama-sama.

Namun, perlu diperhatikan jika anda hendak melakukan mudik lebaran dengan jarak tempuh cukup jauh dan memakan waktu lama, sebaiknya jangan ragu untuk istirahat. Terutama jika anda seorang pengendara.

Guna meminimalisir risiko kecelakaan saat perjalanan, simak durasi aman saat mengemudi jarak jauh berikut ini.

Setiap orang mempunyai batas maksimal ketahanan tubuh dalam melakukan aktivitas. Sama halnya ketika mengemudi.

Durasi maksimal yang disarankan oleh Kementerian Perbuhungan dan Kepolisian Republik Indonesia adalah sebagai berikut:

- Dalam sehari, durasi maksimal mengemudi: 8 jam
- Durasi mengemudi tanpa istirahat: 4 jam 
- Waktu minimal istirahat setelah 4 jam mengemudi: 30 menit

Baca Juga: Polisi Minta Pengendara Menuju Arah Bogor Lewat Jalur Alternatif Jonggol dan Sukabumi, Ini Alasannya!

Meskipun badan masih terasa segar dan kuat, sebaiknya sempatkan waktu untuk istirahat di rest area terdekat. Jangan sampai kelalaian anda mengganggu keselamatan dan keamanan pengendara lainnya. (*)

Sumber: Instagram @divisihumaspolri dan @kemenhub151

Load More