/
Rabu, 19 April 2023 | 14:00 WIB
Sebuah geng motor yang membela David dikabarkan siap membalas dendam hingga mengancam Mario Dandy (YouTube / Warta Informasi)

SUARA BANDUNG - Korban penganiayaan Mario Dandy yaitu David sudah bisa keluar dari rumah sakit, bahkan kepulangannya ke rumah dikawal oleh geng motor Satudarah Maluku MC.

Namun tersiar kabar bahwa ada geng motor yang menuntut balas dendam hingga mengancam nyawa Mario Dandy karena perbuatannya kepada David. 


Kabar mengenai geng motor yang mengancam Mario Dandy atas penganiayaannya terhadap David ini diunggah oleh kanal YouTube Warta Informasi.


Video yang menyebutkan ancaman kepada Mario Dandy oleh geng motor yang membela David ini berjudul “Nywa Mri0 teranc4m || G3ng Mot0r ini tuntut Bal4s Dendm” yang diunggah pada (19/4/2023).


CEK FAKTA


Narator dalam video berdurasi 8:04 ini membahas tentang kepulangan David dari Rumah Sakit Mayapada yang dikawal oleh geng motor Satudarah Maluku MC


Dalam video yang hampir ditonton sebanyak dua ribu penayangan ini juga menyebutkan bahwa David akan terus mendapatkan perawatan intensif meskipun berada di rumah. 


Narator juga menyebutkan unggahan kerabat David yang menginfokan kepulangannya hingga dibanjiri komentar dukungan untuk kesembuhan David dari warganet.


Selebihnya tak ada informasi mengenai geng motor yang mengancam dan siap balas dendam kepada Mario.

Baca Juga: Kapolri Pastikan Seluruh Kegiatan Ibadah Salat Id 21 atau 22 April Dapat Pengamanan TNI-Polri


Tak ada kejelasan juga geng motor mana yang dimaksud mengancam Mario.


KESIMPULAN : 


Berdasarkan penelusuran tim bandung.suara.com (19/4/2023), apa yang dinarasikan dan ditayangkan oleh kanal YouTube Warta Informasi tidaklah benar alias hoax.


Tidak ada penayangan atau pernyataan valid dalam video yang menyebutkan geng motor mengancam hingga membalas dendam kepada Mario Dandy.


Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta bandung.suara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com. 


Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). 

Load More