SUARA BANDUNG – Sempat viral di media sosial kejadian getok harga di RM Hadea, Jubir PSI Sigit Widodo berikan klarifikasi.
Merasa sebagai korban getok harga RM Hadea, Jubir PSI membagikan cerita tersebut dan memviralkankannya, hingga mendapat respon dari pengelola tol.
Dilansir dari Twitter si Jubir PSI, @sigitwidodo, RM Hadea sampai mendapatkan sanksi berupa penutupan sementara.
Akan tetapi, setelah viral dan dimuat di beberapa media massa, ada keterangan yang berbeda dari awal cerita itu viral hingga menjadi konsumsi publik.
Antara lain adalah jumlah makanan yang ambil oleh si jubir dan anaknya, spanduk harga makanan yang sudah terpampang hingga selisih harga yang tak seberapa.
Hal tersebut membuat warganet geram, sebab bagi mereka, cerita Sigit terlalu berlebihan dan dirinya akhirnya mendapat banyak kritikan sampai hujatan.
Banyak yang mengatakan bahwa Sigit melakukan sebuah kezaliman dan menutup rezeki orang, hanya karena selisih harga yang tidak sampai Rp50 ribu saja.
Melihat hal itu, Sigit memberikan klarifikasi beberapa hal, salah satunya menanggapi sanksi yang diberikan oleh pengelola tol.
Ketua DPP PSI itu menyatakan bahwa pihak rumah makan sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara pribadi.
Baca Juga: Mau Poligami, Virgoun Tunjukkan Gejala Pasangan Manipulatif ke Inara Rusli
Pimpinan rumah makan bahkan menyampaikan niat baik untuk mengembalikan getok harga yang dilakukan oleh karyawannya.
Dengan niat baik dan permintaan maaf tersebut, menurut Sigit Widodo sanksi yang diberikan oleh pengelola tol kepada RM Hadea harusnya cukup berupa teguran saja.
"Saya mengapresiasi pengelola tol yang mengambil tindakan cepat, namun alangkah baiknya jika sanksi hanya berupa teguran bukan penutupan," tulisnya di unggahan Twitter. (*)
Sumber: Twitter @sigitwidodo
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan