Merujuk pada pernyataann Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, dampak paling terasa pada suhu panas yang sedang terjadi bisa dirasalam tubuh.
Jika secara langsung sering terpapar cuaca panas maka akan menganggu kesehatan.
"Seseorang akan mengalami masalah kesehatan yang disebut heatstroke atau disebuut juga dampak cuaca panas bagi tubuh," ujarnya.
Kondisi saat tubuh terkena heatstroke, artinya kondisi tubuh tidak bisa mengontrol suhu badan.
Dan jika itu sudah terjadi maka, Anda masuk dalam kondisi paling berat akibat cuaca panas.
Dampak lain yang sering dialami tubuh adalah adalah dehidrasi di mana kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi atau kekurangan cairan dan elektrolit.
Yakin, perubahan iklim gak penting?
Sejak penciptaan bumi pada 4.5 miliar tahun lalu, telah terjadi perubahan iklim bumi secara drastis.
Dikutip dari konten Youtube Context ID berjudul Akibat Perubahan Iklim, Nasib Dunia di Ujung Tanduk? Bukti paling kuat dan tercatat dalam sejarah adalah adanya zaman es yang terjadi berulang kali.
Kondisi tersebut, suhu bumi pun berubah, dan terus memanas karena alam bisa membuat pemanasan global.
Pernah terjadi fenomena di mana lapisan es hampir menutupi sebagian besar daratan Amerika.
Kemudian lapisan es juga melapisi daratan Asia dan Eropa yang membuat CO2 dan gas rumah kaca menjadi bertambah banyak.
Saat itu yang terjadi adalah suhu global rata-rata mengalami peningkatan sampai 5 derajat dari zaman es terakhir.
Kondisi tersebutlah yang membuat air menjadi lebih hangat. Kemudian berpengaruh pada suhu yang menjadi jadi lebih panas, dan otomatis pola sirkulasi laut dan atmosfir juga berubah-ubah setiap waktu.
Hal paling menarik dari fenomena pemanasan global adalah membuat tampilan muka bumi selalu berubah-ubah tiap zaman.
Contoh yang bisa disaksikan adalah, tahun kemarin geger dengan adanya penemuan pulau baru yang diakibatkan pasang-surut air laut.
Munculnya pulau baru ini disebabkan iklim yang berubah. Kemudian, hal lan yang ikut beprngaruh adalah gerakan tektonik bawah laut. (*)
Berita Terkait
-
Heboh Cuaca Panas Ekstrem Landa India, hingga Lelehkan Jalanan Beraspal!
-
Gempa Susulan dan Banjir Menerpa Wilayah Cianjur Hari Ini
-
Hujan Tak Kunjung Reda di Bandung Jawa Barat, BMKG Beri Peringatan!
-
Prakiraan Cuaca Bandung , Rabu 1 Februari 2023: Menuju Siang Hujan Ringan sampai Petang
-
Siang sampai Petang Hujan Lebat, Prakiraan Cuaca Bandung , Selasa 31 Januari 2023
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta