News / Internasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 17:29 WIB
Ilustrasi Mikroplastik. [Shutterstock]

Suara.com - Antartika selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan paling terpencil dan relatif masih alami di Bumi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan wilayah tersebut tidak sepenuhnya bebas dari polusi. Para peneliti menemukan keberadaan nanoplastik di kawasan yang jauh dari aktivitas manusia, memunculkan pertanyaan: bagaimana partikel plastik berukuran sangat kecil itu bisa mencapai Kutub Selatan?

Nanoplastik merupakan serpihan plastik yang berukuran kurang dari satu mikrometer, jauh lebih kecil dibandingkan mikroplastik sehingga hampir tidak dapat dilihat, bahkan dengan mikroskop biasa.

Partikel ini terbentuk ketika plastik berukuran lebih besar terurai akibat paparan sinar ultraviolet, gelombang laut, maupun proses pelapukan lainnya.

Karena ukurannya yang sangat kecil dan ringan, nanoplastik dapat terbawa angin hingga ribuan kilometer, termasuk menuju wilayah kutub. Selain itu, ukurannya yang nyaris tak terlihat membuat keberadaannya jauh lebih sulit dideteksi dibandingkan mikroplastik. Ahli kimia lingkungan Eric Lichtfouse, seperti dikutip Vice, mengatakan penelitian mengenai nanoplastik masih terbatas karena pendeteksiannya membutuhkan teknik analisis khusus.

Ilustrasi mikroplastik di laut (Freepik)

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports. Peneliti menganalisis 13 sampel tanah permukaan dan empat sampel tanah sedalam 20 sentimeter dari Lembah Taylor dan Wright di kawasan McMurdo Dry Valleys, Antartika, pada Januari 2023. Hasilnya, sekitar 54 persen sampel mengandung nanoplastik.

Penelitian itu juga mengidentifikasi enam jenis plastik, yang didominasi polipropilena (41,9 persen), diikuti partikel aus ban (tire wear particles) sebesar 29,6 persen, serta polietilena sebanyak 14,6 persen.

Temuan ini mengejutkan karena Antartika tidak memiliki penduduk asli maupun aktivitas industri yang signifikan. Meski demikian, berbagai penelitian sebelumnya juga telah menemukan partikel plastik di air laut, salju, lapisan es, hingga garis pantai Antartika, menunjukkan bahwa polusi plastik kini telah menjangkau hampir seluruh penjuru Bumi.

Penulis: Chairunisa

Baca Juga: Tak Hanya Saat Dicuci, Pakaian Ternyata Melepaskan Mikroplastik Saat Dipakai Sehari-hari

Load More