Bola / Bola Dunia
Kamis, 09 Juli 2026 | 17:45 WIB
Potret timnas Maroko lolos 8 besar Piala Dunia (Caf Online)
Baca 10 detik
  • Sebanyak 73 persen pemain timnas Maroko lahir di luar negeri, terutama Prancis dan Spanyol, untuk Piala Dunia 2026.
  • Strategi federasi sepak bola Maroko memantau talenta diaspora Eropa berhasil menciptakan skuad kompetitif di level dunia.
  • Banyak pemain Maroko yang pernah menimba ilmu di akademi Prancis akan menghadapi negara kelahirannya pada perempat final.

Suara.com - Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Maroko menyimpan cerita unik di balik persaingan sengit kedua tim.

Sejumlah pemain Maroko justru merupakan hasil didikan sistem sepak bola Prancis.

Dari 26 pemain yang dipanggil, hanya tujuh yang lahir di Maroko.

Sisanya, sebanyak 19 pemain atau sekitar 73 persen, lahir di luar negeri dan memilih membela Singa Atlas.

Prancis dan Spanyol menjadi dua negara yang paling banyak menyumbang pemain untuk skuad Maroko.

Masing-masing negara melahirkan enam pemain yang kini memperkuat tim Afrika tersebut.

Gelandang muda Timnas Maroko, Ayyoub Bouaddi, yang tampil impresif di Piala Dunia 2026. (Instagram/@equipedumaroc)

Beberapa nama yang tumbuh di Prancis antara lain Ayyoub Bouaddi, Issa Diop, hingga Neil El Aynaoui.

Para pemain ini sempat menimba ilmu di akademi sepak bola Prancis, bahkan ada yang pernah membela tim nasional kelompok usia.

Bouaddi menjadi sosok paling mencuri perhatian di Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Bukan Sekadar Bola, Konflik Mbappe vs Senator Paraguay Berpotensi Jadi Masalah Diplomatik!

Gelandang berusia 18 tahun itu tampil impresif dan kini masuk radar klub-klub besar Eropa.

Lahir di Senlis, Prancis, Bouaddi sempat memperkuat tim muda Prancis sebelum akhirnya memilih membela Maroko.

Keputusan itu kini terbukti tepat seiring performa gemilangnya di turnamen.

Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari strategi federasi sepak bola Maroko.

Mereka memantau pemain keturunan di Eropa dan berupaya meyakinkan mereka untuk memperkuat tim nasional.

“Ini adalah bagian dari kekuatan diaspora yang dimiliki Maroko,” tulis laporan media setempat.

Load More