SUARA BANDUNG - Hari-hari ini maraknya penipuan secara online di media sosial.
Penipuan memang menjadi jalan pintas untuk meraih keuntungan yang cepat.
Tetapi sayang, hasil dari penipuan tersebut ada orang yang pastinya dirugikan dari perilaku tersebut.
Penipuan yang beredar baru-baru ini menggunakan aplikasi Telegram.
Lantas modus seperti apa, yang dilakukan untuk melancarkan aksi penipuan lewat aplikasi Telegram tersebut?
Modus yang dilakukan penipu, yaitu dengan mengundang korban ke grup Telegram, untuk ditawari pekerjaan sebelum akhirnya ditipu.
Tidak hanya itu, korban ketika usai masuk grup di aplikasi Telegram, pelaku penipu tersebut akan menyuruh melakukan seperti like dan subscribe channel YouTubenya, dengan modus akan dapat uang.
Dari informasi tersebut, netizen membanjiri di kolom komentar sebagai berikut.
"Kayaknya modus ini ada di wa juga.. pernah ada di wa masuk yang nawarin freelance mirip gini tapi langsung sy hapus dan block," ucap @info.rumahdibandung.
Baca Juga: Hasil SEA Games 2023: Pecundangi Tuan Rumah Kamboja, Timnas Indonesia Sempurna di Grup A
"Kemaren baru aja dapat telepon kayak gini.. dan dia tau banget nama lengkap saya. Gilaa parahh," ucap @vivinovita.np.
"Untung ga di waro itu yang nelepon sama wa ternyata nipu, kirain nawarin sopi apiliet soalnya disuruh masuk grup tele," ucap @noviyntti_ dikutip, Rabu (10/5/2023). (*)
Sumber: Instagram @infobandungkota
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola
-
Masjid Al Afghani Tak Kunjung Rampung, DPRD Sukabumi Desak Dinas Perkim Transparan Soal Anggaran
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?
-
Menelusuri Kaki Halimun, 4 Rekomendasi Penginapan Terbaik di Nanggung Bogor untuk Healing
-
Tetap Keren Saat Hujan! 5 Rekomendasi Sepatu Lokal Anti Basah Harga 500 Ribuan
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan
-
Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya
-
Negara Tak Boleh Jadi Algojo, Mengapa Menteri Pigai Larang Polisi Tembak Mati Begundal?
-
Sinopsis Husbands in Action: Misi Penyelamatan Mantan Istri yang Penuh Kekacauan
-
Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?