Suara.com - Pernah atau sering mendapatkan link aneh lewat SMS, email, aplikasi percakapan WhatsApp, atau aplikasi media sosial lainnya? ”Awas, hati-hati, jangan asal klik! Karena, bisa jadi itu adalah link kejahatan phising.
Peringatan itu diungkapkan dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Deny Yudiantoro saat diskusi literasi digital bertajuk ”Jangan Asal Klik, Waspada Link Phising” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Rabu (3/5/2023).
”Phising adalah jenis penipuan online dengan mengelabui target untuk mencuri data pribadi dan informasi sensitif lainnya. Hal ini memungkinkan pelaku kejahatan siber menguasai akun atau menarik uang dari data yang dicurinya,” kata Deny.
Deny mengatakan, agar tidak menjadi korban kejahatan phising dan kena tipu, pengguna sebaiknya mengenali tanda link palsu. Ciri-ciri link phising pada umumnya, yakni: nama domain aneh dan terlalu panjang, biasanya domain gratisan, saat register minta data pribadi atau info sensitif lainnya, domain manipulatif serta memakai kata ’gratis’.
”Tips menghindarinya: jangan asal klik link dari orang asing, tergiur iming-iming hadiah, cek domain resmi di ’Google transparency report’, dan jika sudah telanjur jangan isi data diri,” sebut Deny dalam diskusi luring (offline) yang dimoderatori Ari Utami itu.
Deny menambahkan, selain phising, kini juga dikenal kejahatan ”soceng” atau social engineering melalui media telepon, email, dan media sosial lainnya. Mirip dengan phising, soceng juga dilakukan dengan cara mengelabui dan memanipulasi korban agar bisa mendapatkan informasi data pribadi atau akses yang diinginkan.
Sejak dua tahun silam, Kemenkominfo aktif menyelenggarakan program nasional untuk meningkatkan literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada 2024. Program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD) membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital.
Dari perspektif keamanan digital, pengajar sekaligus konsultan IT Ary Sunaryo menegaskan, istilah cyber crime (kejahatan dunia maya) berarti tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan di dunia maya. Cyber crime itu sendiri memiliki beberapa macam dan jenis variasi.
”Di antaranya: akses tanpa izin (hacking), illegal contents, cyber spionase, penyebaran virus (worm). Lalu, ada juga kejahatan skimming, phising, carding, ransomware, spoofing, DDOS attack, penipuan online, OTP Fraud, SIM Swap, dan peretas situs dan email,” rinci Ary.
Baca Juga: Waspada Penipuan Berkedok Aplikasi Survei dengan Iming-iming Bayaran Koin
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU
-
Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025