/
Kamis, 11 Mei 2023 | 13:28 WIB
Begini awal mula pertemuan Husen dengan Bos Depot Air di Semarang yang ia mutilasi dan cor! (Instagram/@polrestabes_semarang_official)

SUARA BANDUNG - Kabar tentang Muhammad Husen (29), pegawai depot air di Semarang yang tega mutilasi dan cor bosnya, Irwan Hutagalung (53) gegerkan publik.

Pria yang kerap dipanggil Husen itu, ternyata baru saja bekerja selama 1 bulan di depot air milik Irwan, sebelum akhirnya mutilasi bosnya pada hari Kamis (4/5/2023) malam.

Tak hanya memutilasi, demi menutupi aksi sadisnya, Husen pun mengecor mayat Irwan tepat di sebelah depot air yang terletak di Jl. Mulawarman, Kec. Tembalang, Kota Semarang, menggunakan semen milik korban.

Pengakuan tersebut Husen katakan kepada awak media, ketika jumpa pers di Polrestabes Semarang pada hari Rabu (10/5/2023) kemaren.

Dengan kaki pincang, ia nampak digandeng polisi menuju tempat jumpa pers, setelah duduk ia mulai menjawab pertanyaan dan menceritakan kronologi pembunuhan.

Husen mengatakan tega membunuh bosnya dengan linggis, lantas memutilasi kepala dan kedua tangan lelaki paruh baya tersebut.

Motifnya ialah dendam, sebab ia seringkali jadi sasaran amuk si bos ketika ada pesanan galon yang salah. Husen mengaku sering dipukul.

"Mulai sering dipukul sejak pertengahan puasa," aku Husen kepada para wartawan, seperti dikutip dari Instagram Polrestabes Semarang pada hari Kamis (11/5/2023).

Perlakuan main tangan korban kepada Husen yang dibendungnya selama satu bulan, berakhir naas. Husen memutuskan untuk melampiaskan dendam dengan menghabisi nyawa korban.

Baca Juga: Nasib Pembeli Properti di Atas Tanah Kas Desa Belum Jelas, Kejati DIY: Masih Kita Pelajari

Dalam jumpa pers itu, Husen menceritakan bahwa awal perkenalannya dengan korban dari kebiasaan depot air isi ulang korban yang sering menyuplai ke Warmindo tempat kerja tersangka sebelumnya.

Dari sana ia kenal dengan korban, lantas melamar kerja setelah dirinya keluar dari pekerjaan sebelumnya.

Hingga pada awal puasa, Husen mulai kerja dengan korban dan sering mendapatkan perlakuan kasar tersebut. (*)

Sumber: Instagram @polrestabes_semarang_official

Load More