SUARA BANDUNG – Buntut Kelakuan Mario Dandy Lepas dan Pasang Kabel Ties Sendiri, Polisi yang Mengawasi Terancam Diperiksa Propam.
Mario Dandy Satriyo kembali mencuri perhatian publik setelah melakukan aksi bebas lepas pasang kabel ties di hadapan polisi.
Tindakan nekat Mario Dandy Satriyo ini menyebabkan konsekuensi yang serius.
Terutama bagi polisi yang berhadapan langsung dengan Mario Dandy Satriyo, keadaan mereka pun menjadi terancam.
Kini, nasib para polisi yang berada di depan Mario Dandy Satriyo tergantung pada kejadian ini, dengan potensi dampak yang tidak dapat diprediksi.
Setelah menjadi sorotan netizen, banyak pihak yang mengeluarkan protes keras terhadap keputusan polisi di Polda Metro Jaya.
Ketika publik melihat bagaimana polisi dengan mudahnya membebaskan Mario Dandy Satriyo setelah aksinya lepas pasang kabel ties, pernyataan Benny Mamoto pun mengundang perhatian.
Benny Mamoto, Ketua Harian Kompolnas yang berpangkat Irjen (Purn), menegaskan bahwa penyelidikan harus segera dilakukan.
Lebih tepatnya, Propam harus melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap perilaku polisi yang terlibat dalam kasus ini.
Baca Juga: 5 Fakta Anak di Malang Disiksa Ibu dan Pacarnya: Disundut Rokok, Korban sampai Tak Sekolah
"Memang perlu dilakukan penyelidikan oleh Bid Propam untuk memastikan ada pelanggaran atau tidak," kata Benny Mamoto dikutip dari Kilat.com. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Oknum Polisi hingga Kades Terlibat dalam Kasus Rudapaksa Remaja 15 Tahun, Hotman Paris: Ada 11 Pelaku Kok Baru 5 yang Ditangkap?
-
Sosok Ini Tuding KPK Belum Sita Seluruh Aset Rafael Alun, hingga Buatkan List Kekayaan Ayah Mario Dandy! Simak Daftarnya Berikut Ini
-
Deklarasi Polisi RW di Makassar, Kapolrestabes: Kecamatan Makassar Sudah Tidak Ada Lagi Tawuran
-
Yasonna Laoly Beberkan Alasan Mario Dandy Dipindah ke Lapas Salemba, Warganet Justru Sentil Agen Judi di Rutan Cipinang
-
Ngaku Digaji Rp 1,4 Juta per Bulan, Penjaga Kontrakan Rafael Alun Ikut Diperiksa KPK
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?