- OJK meresmikan penggabungan PT BPR Danaputra Sakti ke dalam PT BPR Harta Swadiri melalui keputusan tanggal 20 April 2026.
- Aksi korporasi di Pasuruan ini bertujuan memperkuat permodalan dan daya saing untuk mendukung pembiayaan sektor riil serta UMKM.
- Langkah konsolidasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas akses layanan perbankan bagi masyarakat di wilayah kerja OJK.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merestui merger perbankan antara PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Danaputra Sakti ke dalam PT BPR Harta Swadiri.
Langkah yang diawasi oleh OJK Malang ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan daya saing, serta memperkokoh ketahanan industri BPR Harta Swadiri dalam mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Persetujuan mengenai izin penggabungan BPR tersebut secara resmi dituangkan dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-32/D.03/2026 yang diterbitkan pada 20 April 2026.
Dengan adanya penggabungan ini, PT BPR Harta Swadiri yang berkedudukan di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, diharapkan dapat menjadi pilar kekuatan baru bagi ekosistem perbankan di Pasuruan dan sekitarnya.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menjelaskan bahwa aksi korporasi penggabungan usaha ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional BPR. Hal ini penting agar lembaga keuangan tersebut dapat memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat luas.
"Melalui penggabungan usaha, BPR diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses layanan kepada masyarakat, serta memperkuat ketahanan dalam menghadapi dinamika perekonomian dan perkembangan industri jasa keuangan," ujar Farid dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Dengan terealisasinya penggabungan ini, peta persaingan perbankan di wilayah kerja OJK Malang kini tercatat memiliki 45 BPR dan 6 BPRS. Konsolidasi ini dipandang sebagai solusi sehat untuk menciptakan industri perbankan yang lebih ramping namun tetap tangguh.
Berdasarkan data hingga 31 Maret 2026, total aset BPR/S di wilayah kerja OJK Malang tercatat sebesar Rp2,89 triliun, atau mengalami penurunan sebesar 9,20 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat di angka Rp1,68 triliun atau turun 17,30 persen yoy, sementara penyaluran kredit atau pembiayaan berada di angka Rp1,89 triliun atau terkoreksi 12,37 persen yoy.
Baca Juga: BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026
Penurunan angka statistik tersebut dipengaruhi oleh faktor teknis, yakni efektifnya penggabungan usaha skala besar pada grup BPR Lestari (Jatim, Jabar, Jateng, Jakarta, dan Jogja) ke dalam PT BPR Lestari Banten yang telah dilakukan pada 9 Maret 2026 lalu.
Terkait perubahan ini, OJK mengimbau kepada seluruh nasabah dan masyarakat untuk tetap tenang. Masyarakat diminta tetap mempercayakan layanan keuangan mereka kepada industri BPR yang kini terus diperkuat melalui kebijakan konsolidasi yang sehat, transparan, dan terarah.
Ke depan, OJK berkomitmen untuk terus mendorong program transformasi industri BPR demi menciptakan lembaga jasa keuangan yang lebih efisien dan kompetitif.
Melalui upaya penguatan kelembagaan BPR yang berkelanjutan, diharapkan sektor perbankan rakyat dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh
-
Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya
-
Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR
-
Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU
-
Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara
-
Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju
-
BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026
-
BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara
-
5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua
-
Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?