SUARA BANDUNG – Tanda-tanda rabies tidak hanya terjadi pada hewan, tetapi juga manusia. Tanda tersebut berbeda dan cara penanganannya pun berbeda.
Tanda rabies pada hewan diantanya yaitu mulut terbuka, air liur yang berlebihan, kelumpuhan hingga kematian dalam waktu singkat. Bahkan untuk hewan dengan rabies ganas dapat menyerang dan menggigit apa saja.
Berbeda dengan yang terjadi pada manusia, tanda rabies pada manusia yaitu:
Pada stadium awal atau permulaan, yang disebut prodmoral. Tandanya yaitu lemah, letih, lesu, nafsu makan yang berkurang, kesulitan untuk tidur, sakit kepala yang berat hingga nyeri tenggorokan dan mual-mual.
Tanda untuk stadium rangsangan atau sensoris, lebih tinggi dari stadium awal,. Tandanya yaitu merasa nyeri, rasa panas disertai kesemutan pada luka gigtan, cemas dan reaksi berlebih terhadap rangsang sensorik
Selanjutnya, pada stadium gila (eksitasi). Tandanya yaitu berteriak-teriak, menjambak-jambak rambut, takut ait, takut cahaya, takut suara dan berlebihan air liur, cairan tubuh serta berlebihan air mata.
Terakhir, tanda rabies stadium lumpuh (paralisis) yaitu mulut menganga, lumpuh mulai dari kaki, susah bernafas, meninggal 6 hari setelah gelaja pertama muncul.
Itulah tanda-tanda rabies pada manusia berdasarkan stadium dan tingkatannya. Lalu bagaimana cara penangannya?
Cara penangangan rabies pada manusia yaitu:
Baca Juga: Resmi! Hasyim Asy'ari Lantik 130 Anggota KPU Kabupaten/Kota
Pertama, menuci luka gigitan secepatnya dengan sabun/deterjen pada air mengalir selama 15 menit lalu diberi antiseptic seperti obat merah dan sejenisnya
Kedua, segera pergi ke Rabies Center (Puskesmas atau Rumah Sakit) untuk dilakukan kembali pencucian luka dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) atau VAR dan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi.
Berikan serum anti rabien (SAR) sesuai indikasi penanganan luka gigitan sesegera mungkin setelah terpapar hewan rabies, efektif dapat mencegah timbulnya gejala dan kematian
Untuk kelompok risiko tinggi tertular rabies, lakukan imunisasi/kekebalan terhadap virus rabies (pre exposure immunization)
Rabies sendiri merupakan salah satu penyakit zoonosis tertua yang disebabkan oleh virus rabies (Lyssavirus). Rabies menyerang saraf dan otak. Bisa menjadi serius jika tidak segera ditangani dengan tepat. (*/Alina)
Sumber: @kemenkes_ri
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan