SUARA BANDUNG - Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Helmi Hidayat tegas tak sepakat jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) tuding ajaran Panji Gumilang sesat, di depan Cholil Nafis. Hingga menyuruh Allah lapor ke Polda Metro Jaya.
Sebab bagi Helmi Hidayat, sesat tidaknya seseorang hanya Allah yang bisa menentukan. Oleh karena itu, dosen UIN tersebut blak-blakan di depan Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, Cholil Nafis bahwa sebutan untuk Panji Gumilang tersebut kurang tepat.
Dosen UIN itu, berkata pada Cholil Nafis bahwa orang yang dicap sesat dalam Islam sudah pasti akan masuk neraka. Sedangkan yang bisa menentukan masuk neraka atau surga hanya Allah SWT. Maka tak elok jika Panji Gumilang serta merta dilabeli sesat oleh MUI.
"Yang bisa menentukan orang masuk neraka, yang punya neraka, Allah SWT. Tidak ada satu pun di antara kita di dunia, yang berhak mengatakan seorang manusia sesat nanti di akhirat. Lah nasib kita saja belum jelas," kata Helmi Hidayat menggebu-gebu, seperti dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Rabu (28/6/2023).
Kedua, ia juga keberatan dengan tudingan bahwa Panji Gumilang telah menodai Allah SWT.
"Yang kedua, Allah ternoda. Ini gimana logikanya? Kok Allah bisa ternoda gitu loh. Allah itu kan Maha Tinggi," kata dia.
Ia mengatakan bahwa jika Allah merasa ternoda, sebaiknya datang ke Polda Metro Jaya untuk membuat laporan.
"Ya kalau Allah ternoda, Allah suruh datang ke Polda Metro Jaya aja bikin laporan. Laporkan siapa yang menodai dia, kan nggak mungkin," tambahnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati