SUARA BANDUNG - Syahnaz dan Jeje Govinda melakukan permintaan maaf, dikatakan atas saran Nanda Persada.
Fakta terkait asal mula video permintaan maaf yang dibuat oleh Syahnaz dan Jeje Govinda tersebut, diakui oleh Nanda Persada.
Dikatakan oleh Nanda Persada bahwa Jeje Govinda menghubunginya saat kasus perselingkuhan Syahnaz menjadi bola panas di media sosial.
Dalam pertemuan itulah, Jeje Govinda dan Syahnaz meminta saran kepada Nanda Persada terkait langkah yang tepat untuk menghadapi kericuhan tersebut.
"Ya pertemuannya, awalnya Jeje telepon, minta waktu ketemuan sambil ngobrol-ngobrol makan malem, sama Nanas. Ya dari situlah, kita ngobrol-ngobrol, minta arahan gimana baiknya, sebagai temen," ungkap Nanda Persada, dikutip dari kanal YouTube Starpro Indonesia, Senin (17/7/2023).
Melihat perjuangan Jeje dan Syahnaz berusaha mempertahankan rumah tangga, Nanda lantas mendukung kedua sahabatnya itu untuk melewati cobaan itu.
Sehingga, ketiganya saling bertukar pikiran untuk mencari jalan keluar yang tepat, dalam menghadapi tuntutan publik yang semakin deras di dunia maya.
"Isunya kan bergulir terus kan. Tadinya mereka memilih untuk tidak mau menambah suasana semakin panas. Tapi, dipikirkan juga kalau tidak klarifikasi apakah efeknya seperti apa," katanya.
Dari dua pilihan yang harus mereka pilih, yakni tetap bungkam atau akhirnya melakukan klarifikasi, diakui Nanda bahwa konsekunsinya dibahas saat itu juga.
"Jadi kita membahas kemungkinan-kemungkinannya apa. Konsekuensinya kalo diam, tidak merespon. Diam tidak merespon itu bukan berarti tidak menyelesaikan masalah ya. Maksudnya biar tidak, takut salah ngomong juga kan. Takut salah sikap," jelas Nanda.
"Dan akhirnya diputuskan untuk ya seperti kemaren itu yang mereka lakukan (membuat video permintaan maaf)," lanjutnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata