SUARA BANDUNG – Pengolahan sampah menjadi pupuk memang sudah tak asing didengar. Tetapi sangat jarang terdapat desa yang secara produktif mengelola sampah tersebut hingga bisa dijual bahkan menjadi pupuk organin yang siap pakai seperti di Desa Tarumajaya.
Warga pada salah satu dusun di Desa Tarumajaya Kertasari Bandung, yaitu Dusun Goha RW 09, kerap kali memanfaatkan sampah menjadi pupuk organik kemasan.
Petugas yang mengelola sampah di Desa Tarumajaya tersebut berjumlah 5 orang, dan merupakan mereka yang memiliki kesadaran tinggi terhadap lingkungan. Mereka tidak mendapat imbalan dan mengerjakannya dengan ikhlas.
Sementara itu, TPS Dusun Goha 2 telah beroperasi kurang lebih 1 tahun lamanya. Ini membuktikan adanya perjuangan warga ke arah yang lebih baik untuk menjadikan desa mereka menjadi lebih maju.
Berdasarkan informasi, sampah yang dikumpulkan di TPS atau Tempat Pembuangan Sampah setempat diolah warga desa Tarumajaya melewati beberapa proses.
Yakni proses pertama, tumpukan sampah tersebut akan dipilah terlebih dahulu, dan membaginya ke dalam dua jenis. Sampah organik diolah menjadi pupuk yang mana akan bisa digunakan untuk perkebunan masyarakat Tarumajaya, dan sampah lainnya seerti botol-botol akan dikumpulkan lalu dijual.
Tahapan pengolahan sampah yang dilakukan Dusun Goha Desa Tarumajaya yaitu 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).
Diketahui bahwa proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk tersebut dapat memkan waktu hingga 1 bulan, yaitu dimulai dari pengumpulan, pemilahan, pengeringan, hingga pada pengemasan.
Kemudian, harga daripada pupuk yang sudah dibungkus itu sebesar Rp10 ribu per 3 kg, dan yang membelinya termasuk masyarakat desa Tarumajaya. Hasil penjualannya akan menjadi upah untuk para pengelola sampah yang ada.
Walaupun hasil yang didapat dari penjualan tak seberapa, pengelola tetap bersyukur karena dengan pupuk itulah masyarakat tidak harus mencari di luar dusun ataupun desa. Karena itu TPS 3R menyediakan pupuk organim hasil pengolahan warganya sendiri. (*/Alina)
Sumber: Survei Pribadi
Berita Terkait
-
Bang Bes Resmi Mundur dari Persib Bandung Ikuti Jejak Luis Milla, Nasib Alberto Rodriguez Dipertanyakan
-
Nama Luis Milla Tak Terdaftar di Imigrasi, Mantan Pelatih Persib Bandung Resmi Hinggap ke Bali United?
-
Skuad Persib Bandung Kembali ke Setelan Awal, Usai Luis Milla Mengundurkan Diri? Yaya Sunarya: Saling Menguatkan!
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis
-
Dituduh Terima Uang dari Hanania Travel, Anisa Rahma dan Suami: Kami Malah Bayar Rp100 Juta!
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Mahar Rp126 Ribu di Balik Jeruji: Kisah Haru Akad Nikah Tahanan Narkoba di Polres Pringsewu
-
Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste