SUARA BANDUNG - Wasit kontroversial di Piala AFF U-23 yang menganulir gol striker andalan Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta ke gawang Timor Leste dikabarkan dipecat.
Rumor pemecatan wasit yang menganulir gol Ramadhan Sananta saat Timnas Indonesia vs Timor Leste semalam bertanding untuk Piala AFF di Stadion Rayong, Thailand, dibagikan oleh kanal YouTube Timnas Garuda Team, Senin (21/8/2023).
Permasalahan anulir gol Ramadhan Sanata sebenarnya sempat disunggung oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong pada press conference, usai laga Piala AFF Indonesia vs Timor Leste.
Namun, kabar kebenaran pemecatan wasit yang menganulir gol Ramadhan Santa, hingga Timnas Indonesia hanya bisa mencuri 1 gol dari Timor Leste pada laga lanjutan Piala AFF semalam, masih belum pasti.
Oleh karena itu, tim bandung.suara.com menelusuri lebih lanjut perihal berita dari kanal YouTube di atas yang berjudul,"Bukti KEJANGGALAN Sudah Terkumpul AFF PECAT Wasit Kontroversial TIMNAS U-23, Jadi Tuntutan Saya."
Dalam video berdurasi 8 menit, 2 detik tersebut narator menyebutkan salah satu komentar dari warganet yang menonton laga Piala AFF Indonesia vs Timor Leste.
Warganet tersebut mengkritisi tindakan wasit yang menganulir gol Sananta dan menyuruh AFF segera memecatnya.
Narator juga menyebutkan sindiran Shin Tae Yong terkait kualitas wasit di Piala AFF, usai Indonesia dan Timor Leste bertanding.
Peernyataan dari pelatih Timor Leste juga disampaikan oleh video tersebut, mereka mengakui penampilan maksimal Indonesia pada laga tersebut. Utamanya performa Sananta.
Hingga video berakhir tidak ada kabar bahwa pihak AFF memecat wasit yang menganulir gol Ramadhan Sananta.
Maka dapat disimpulkan bahwa kabar dari kanal YouTube Timnas Garuda Team dengan judul di atas adalah hoaks.
Catatan Redaksi:
Ini adalah salah satu artikel yang masuk dalam konten cek fakta bandung.suara.com, dibuat dengan sumber yang jelas namun tidak bisa dijadikan rujukan karena masih berpotensi salah informasi.
Publik dipersilakan memberikan kritik melalui kolom komentar atau menghubungi Redaksi Suara.com melalui email cekfakta@suara.com.(*)
Berita Terkait
-
Bagas Kaffa Ungkap Perasaannya, usai Timnas Indonesia Hanya Bisa Curi 1 Gol dari Timor Leste di Piala AFF
-
Timnas Indonesia Menang Tipis atas Timor Leste di Piala AFF, Shin Tae Yong Beberkan Alasan Perfroma Permainan Menurun
-
Perkara Wali Nikah Adiba Khanza, Umi Pipik dan Keluarga Alm. Uje Beda Pendapat, Fajar Sidik: Harus Saudara..
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian