SUARA BANDUNG - Beberapa waktu lalu, Bima Sakti membeberkan dirinya kapok memanggil pemain keturunan ke seleksi Timnas Indonesia U-17.
Bukan tanpa sebab mengapa Bima Sakti sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-17 kapok memanggil pemain keturunan.
Ternyata metode yang dilakukan Bima Sakti salah, ia hanya memantau sang pemain keturunan hanya lewat video saja, alhasil pelatih Timnas Indonesia U-17 tersebut merasa kecewa setelah melihat langsung.
Dan kini urusan soal pencarian pemain keturunan bakal dibantu oleh Frank Wormuth atau konsultan pelatih Timnas U-17.
Apa yang dilakukan Bima ternyata tersiar ke mantan Exco PSSI, Hasani Abdulgani. Ia mengatakan, pelatih Timnas U-17 tidak memiliki prosedur yang tepat saat memanggil pemain diaspora.
Apalagi, Hasani Abdulgani telah berpengalaman dalam urusan hal pemanggilan pemain keturunan.
"Gimana cara Shin Tae-yong meminta (Pemain Keturunan), setelah dia riset, ada tim dia, oke dia mau pemain a b c d. Pemain ini diajukan tertulis kepada Direktur Teknik," jelas Hasani, dikutip dari kanal YouTube GAN Channel, (2/9/2023).
"Direktur Teknik mengajukan ke Sekjen-an, nah baru nanti siapa yang ditunjuk oleh PSSI, baru kontak pemain. Kaya kemarin lah kita U-17 (Timnas Indonesia U-17), serampangan lagi pemainnya yang dipanggil-panggil," imbuhnya.
Ternyata perbedaan cara Bima dan Shin Tae-yong dalam memanggil pemain diaspora cukup kontras.
Baca Juga: 30 Ucapan Maulid Nabi Muhammad 2023 yang Menyentuh, Siap Dikirim ke Kerabat
Alhasil, menurut Hasani, apa yang dilakukan Bima kurang profesional dan menimbulkan kontroversial.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali