/
Rabu, 13 September 2023 | 08:44 WIB
Dokter Richard Lee seret nama Erick Thohir, saat viral mukanya bopeng. (YouTube/dr. Richard Lee, MARS)

SUARA BANDUNG - Dokter Richard Lee angkat bicara, usai viral muka bopengnya yang terekam kamera wartawan, nama Erick Thohir terseret.

Akibat dari viral penampakan mukanya yang bopeng dari kamera wartawan, dr. Richard Lee nampak geram dan menyebut nama Erick Thohir.

Menurut dr. Richard Lee, mukanya yang bopeng dan viral itu dijadikan bahan untuk merusak bisnis produk kecantikannya oleh beberapa pihak tak bertanggung jawab, padahal ia pernah punya prestasi dengan Erick Thohir.

Sehingga dr. Richard Lee justru mengakui bahwa dirinya memang sudah memiliki muka bopeng akibat jerawat sejak lama, sebelum akhirnya kini viral.

"Dan itu sudah terjadi sejak kuliah aku bopengan parah," ungkap dr. Richard Lee, dikutip dari kanal YouTube-nya, Rabu (13/9/2023).

Namun meski begitu, ia berani mengambil bisnis produk kecantikan hingga skincare dan menjadi dokter kecantikan, usai si istri memberinya motivasi.

"Tapi istriku waktu itu meyakinkanku, bahwa seorang dokter itu dinilai dari skillnya, dari kemampuannya. Bukan dari gantengnya," kata dia.

Untuk meyakinkan publik bahwa penampilan tak akan mempengaruhi kemampuan dan keahlian seseorang dalam suatu bidang keilmuan, dr. Richard Lee membeberkan beberapa prestasi yang telah ia raih.

Tak tanggung-tanggung, ia menyebut banyak prestasi dan piala, termasuk dari para menteri, seperti Erick Thohir.

Baca Juga: Jelang Hadapi Persikabo, Pelatih Persib Mengaku Senang

"Banyak prestasiku, dapat Most Inspiring Doctor of The Year, bahkan beberapa pialaku aku dapatkan dari Ibu Menteri, bahkan beberapa pialaku aku dapatkan bersama Pak Menteri," ujarnya.

"Aku pernah dapat piala berasama Pak Erick Thohir, aku juga pernah menjadi pembicara Internasional di luar negeri. Satu-satunya yang dapat award dari luar negeri," sambung dr. Richard Lee.

Perihal mukanya yang kedapatan bopeng, dr. Richard Lee mengakui sudah melakukan banyak perawatan dan bopengnya suadh 90% diobati melalui perawaran tersebut.(*)

Load More