News / Internasional
Senin, 09 Februari 2026 | 17:23 WIB
Bocah berusia 6 tahun yang merupakan warga negara Indonesia ditabrak seorang pengemudi di Singapura, 6 Februari 2026. Bocah itu tewas di tempat. Sementara ibunya luka-luka. {Mothership]
Baca 10 detik
  • Bocah WNI enam tahun meninggal di Singapura akibat tertabrak mobil saat menyeberang jalan pada 6 Februari.
  • Ibu korban dirawat intensif di SGH, sementara jenazah korban telah dipulangkan ke Jakarta pada 8 Februari.
  • KBRI Singapura terus mendampingi keluarga; seorang pengemudi perempuan telah ditangkap terkait kelalaian menyebabkan kematian.

Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Singapura terus memberikan pendampingan kepada keluarga bocah WNI berusia enam tahun yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di kawasan South Bridge Road, Chinatown, Singapura.

Di tengah proses pemulangan jenazah korban ke Jakarta, perhatian kini tertuju pada kondisi sang ibu, Raisha Anindra (31), yang masih menjalani perawatan intensif di Singapore General Hospital (SGH) akibat luka serius dalam kecelakaan yang sama.

Insiden maut tersebut terjadi pada 6 Februari saat korban bersama ibunya tengah menyeberang jalan. Keduanya tertabrak mobil yang keluar dari area parkir. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi sadar, nyawa sang anak tidak tertolong.

Sementara jenazah bocah perempuan itu telah dipulangkan ke Indonesia untuk dimakamkan, Raisha hingga kini belum diizinkan pulang oleh tim medis. Mengutip mothership.sg, kondisinya dinyatakan stabil, namun masih memerlukan penanganan lanjutan.

Sejak hari pertama kejadian, KBRI Singapura memastikan kehadiran negara di sisi keluarga korban. Staf kedutaan telah mendatangi rumah sakit dan berkomunikasi langsung dengan pihak keluarga, termasuk ayah korban.

“Staf Kedutaan telah bertemu dengan ayah gadis itu dan akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga almarhumah,” kata juru bicara KBRI Singapura.

Pendampingan tersebut mencakup proses administratif, koordinasi medis, hingga repatriasi jenazah yang dilakukan pada Minggu pagi, 8 Februari, menggunakan maskapai Singapore Airlines.

Di sisi lain, proses hukum terhadap pengemudi mobil terus berjalan. Kepolisian Singapura mengonfirmasi bahwa seorang perempuan warga Singapura berusia 38 tahun telah ditangkap. Ia diduga menyebabkan kematian akibat kelalaian saat mengemudi dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kesaksian mata menyebutkan mobil berwarna gelap yang dikemudikan pelaku sedang berbelok ke kanan saat keluar dari area parkir dan menabrak ibu serta anak tersebut. Pada saat kejadian, ayah korban berada beberapa langkah di depan sambil mendorong stroller berisi anak mereka yang berusia dua tahun.

Baca Juga: Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura

Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik setelah kejadian. Sang ayah tampak menggendong putrinya yang terluka parah sambil berteriak meminta pertolongan.

“My family… Please, oh my God, why,” ucapnya dengan suara penuh kepanikan.

Dari pihak keluarga, duka mendalam juga disampaikan oleh Rara, bibi korban sekaligus kakak Raisha. Ia menggambarkan keponakannya sebagai sosok yang selalu membawa kebahagiaan.

“Dia seperti malaikat,” kata Rara.

“Dia baik dan sangat ceria… selalu membuat orang bahagia. Setiap kali melihatnya, kamu akan berpikir bahwa dia adalah anak yang begitu menyenangkan,” ujarnya.

Rara berharap sang adik dapat segera pulih dan kembali ke Tanah Air.

Load More