SUARA BANDUNG - Kota Bandung menjadi salah satu wilayah yang memiliki stasiun kereta api. Bahkan, sebelum Indonesia merdeka, Stasiun Bandung sudah berdiri.
Tetapi, pada saat zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), mereka membangun jalur kereta api Bogor - Bandung - Cicalengka, untuk mempermudah pengiriman komoditas ekspor, seperti kopi dan teh.
Stasiun Priangan (Bandung), dibangun oleh Staatssporwegen (SS) seperti dikutip dari laman heritage.kai.id, (23/9/2023). Stasiun Bandung dibangun mulai dari 1882, dan diresmikan pada 1884.
Rancangan proyek bangunan Stasiun Bandung dipimpin oleh arsitek Jan Willwm Ijzerman. Gaya dari bangunan Stasiun Bandung disebut mirip dengan Stasiun Surabaya Gubeng.
Memang kala itu, SS memiliki ciri khas bangunan stasiun buatannya dari 1884-1909. Setelah selesai, Stasiun Bandung langsung diperkenalkan kepada masyarakat umum pada 16 Mei 1884.
Pada 1928, Stasiun Bandung direnovasi oleh arsitek F. J. A. Cousin. Hal itu terjadi saat lonjakan penumpang dan barang yang hendak diangkut.
Modifikasi model arsitektur pun dilakukan oleh Cousin. Penambahan gaya art deco menjadi konsep utama proyek kali ini.
E. H de Roo memimpin rancangan pembangunan yang meliputi renovasi besar-besaran. Karena, SS membuat Stasiun Bandung lebih modern daripada sebelumnya.
Usai rampung, ternyata SS yang memegang kendali Stasiun Priangan kala itu, melakukan renovasi lagi. Tepatnya, pada 1939. Mereka menambahkan atap paying beton.
Baca Juga: Lebih Baik Sendiri, Cara Move On Awan Senna Lepas dari Cinta yang Luka
Saat ini, Stasiun Bandung dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia, bahkan sudah terdaftar sebagai cagar budaya sesuai Peraturan Daerah Kota Bandung berdasarkan Perda Nomor 19 Tahun 2009.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Cara Aktivasi BSB Mobile Terbaru 2026: Panduan Lengkap Tanpa Harus Antre di Kantor Cabang
-
Siapa Owner Hanania Travel yang Lakukan Penipuan Umrah?
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat
-
Alternatif Bubble Wrap, Bisakah Honeycomb Paper Wrap Menyelamatkan Masa Depan Belanja Online?
-
Dibongkar Tasya Farasya, Produk Rp100 Ribuan Ini Mirip Foundation Estee Lauder
-
"Bara Sang Pengarang", Novel Fantasi Misteri Sarat Makna
-
Bupati Pandeglang Tuai Kontroversi Usai Lantik Tersangka Kasus Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli
-
Cekcok dengan Istri, Pria di Toba Bakar Rumah Mertua hingga Ludes