SUARA BANDUNG - Pakar sepakbola nasional, Bung Ropan menyebut Timnas Indonesia masih belum cukup baik dalam membangun serangan. Meskipun nantinya akan ketambahan bala bantuan anyar, yakni Ramadhan Sananta.
Ramadhan Sananta yang sebelumnya tidak ikut dalam laga babak grup f Asian Games 2023 bersama Timnas Indonesia, kini sudah menyusul ke China.
Tetapi, menurut Bung Ropan, Ramadhan Sananta saja tidak cukup untuk mendongkrak performa Timnas Indonesia.
Bukan tanpa sebab mengapa Bung Ropan mengatakan demikian, karena masalah utama Timnas ternyata pada sisi kreatifitas.
Kreatifitas Timnas menjadi masalah, karena tidak hadirnya gelandang pengatur serangan atau otak permainan.
Ropan menegaskan, tidak adanya Marselino Ferdinan atau Beckham Putra cukup terasa. Karena praktis gelanda Indonesia hanya diisi oleh pemain tipe bertahan.
"Dewangga mungkin saja bisa didorong jadi gelandang bertahan, cuma kan kita butuh kreator," jelas sang pakar, dikutip dari kanal YouTube Sportify Indonesia, (28/9/2023).
"Kreator yang bisa membagi bola, memegang bola dan men-delay bola, itu yang kita perlu dan itu yang tidak ada," imbuhnya.
Oleh sebabnya, Ramadhan Sananta saja tidak cukup. "Walaupun kita sudah kedatangan striker dari Persis Solo, Ramadhan Sananta. Tapi Ramadhan kan di depan, dia perlu asupan bola, butuh lini tengah yang kuat, karena lini tengah kan paling krusial dalam sepakbola," tuturnya.(*)
Baca Juga: Akibat dan Solusi Ketergantungan Ponsel yang Perlu Kamu Tahu
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik