/
Selasa, 30 Agustus 2022 | 17:43 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (ANTARA)

SuaraBandungBarat.id - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sampaikan tiga hal yang menjadi biang kerok penyebab harga telur ayam ras melonjak terus. 

Penyebab pertama karena minimnya pasokan imbas dari kebijakan afkir dini atau pemusnahan massal para induk ayam pada tahun 2021, sebab, saat itu harga telur ayam sangat murah.

"Telur waktu itu harganya Rp18 ribu, itu rugi karena ongkosnya telur itu kira-kira Rp25 ribu. Oleh karena itu pada waktu itu terjadi apa kita sebut dengan afkir dini, induknya dipotong, jadi ayam potong," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (30/8/2022).

Penyebab kedua, adanya kebijakan pemerintah yang memberikan telur sebagai bantuan sosial/Bansos dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Dimana harga telur waktu itu konsumsi telur tidak laku di pasaran,sehingga kebijakan ini diambil untuk membeli telur ayam dari peternak.

"Ini (pemberian bansos ini) dirapel 3 bulan tuh sehingga waktu 5 hari jadi banyak tersedot, akhirnya pasokan pasar kurang sedikit. Makanya harga kemudian menjadi naik," sebut dia.

Kemudian terakhir, Mendag Zulhas, banyaknya permintaan telur ayam dari restoran. Dengan begitu, permintaan yang meningkat, tidak sebanding dengan pasokan telur ayam di pasar.

"Walaupun belum resmi, masih harus pakai masker, tetapi kegiatan sudah hampir ramai, semua restoran penuh," ucap dia.

Meski demikian, Mendag memastikan, kenaikan harga telur ayam tidak akan berangsur lama. Dia bilang, dalam dua minggu harga telur ayam akan berangsur turun dengan rata-rata harga Rp29 ribu per Kg.

Baca Juga: Dariyati Saksikan Detik-detik Ombak Besar Menerjang Warungnya di Pantai Suwuk Kebumen, Dagangan Hanyut

"Jadi ini di perkirakan terjadi hanya dua minggu, kami sudah undang para pelaku di sektor ini. Mereka meyakinkan ini (harga telor mahal) temporer, nggak sampai dua minggu sudah normal itu di angka Rp27 ribu-Rp29 ribu karena modalnya hanya Rp24 ribu," pungkas nya.

Sumber : Suara.Com

Load More