/
Sabtu, 03 September 2022 | 16:44 WIB
Dokumentasi Ketua DPR RI, Dr. (H. C) Puan Maharani (Suara.com)

"Gausah bagi-bagi BLT tapi bensin gausah naik gimana?" imbuh warganet lain.

"Gaji dikit, bbm naik, hidup pailit," timpal yang lainnya.

Dalam keterangan persnya, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah telah berupaya sekeras mungkin supaya harga BBM tetap mendapat subsidi yang memadai dari APBN.

"Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan itu akan meningkat terus," jelas Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurut Jokowi, saat ini 70 persen belanja subsidi BBM yang disalurkan pemerintah malah dinikmati oleh kelompok masyarakat  mampu dengan mobil pribadi. Hal ini tentu tidak sejalan dengan keinginan pemerintah untuk memberikan subsidi yang tepat sasaran.

Hal inilah yang membuat pemerintah merumuskan rencana menaikkan harga BBM. "Saat ini pemerintah harus membuat keputusan di situasi yang sulit," terangnya.

Sumber : Suara.com

Load More