/
Selasa, 20 September 2022 | 17:54 WIB
Ayah Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Samuel Hutabarat (Suara.com/Rakha Arlyanto)

SuaraBandungBarat.id - Kesedihan yang mendalam masih terus dirasakan oleh pihak keluarga Brigadir Novryansah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J atas kematiannya.

Hal ini diungkapkan Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat mengakui masih merasakan kesedihan karna penanganan kasus tersebut masih terus berlangsung. Hingga belum ada titik temu yang jelas terkait fakta dan kebenarannya. 

Sementara Kasus ini pun belum bisa disidangkan dalam waktu dekat karena Kejaksaan Agung belum menyatakan berkas perkara para tersangka pembunuhan Brigadir J lengkap.

Beberapa hari yang lalu, Kejagung memang telah menerima pelimpahan berkas perkara pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.

Keluarga Brigadir Yosua berharap semua berkas para tersangka itu sudah bisa dinyatakan lengkap atau P21, sehingga bisa masuk ke pengadilan.

"Semoga berkasnya sudah lengkap, segera masuk ke persidangan, jangan ada lagi ditolak, semoga ini bisa cepat selesai," kata Rosti Simanjuntak, Ibu Brigadir Yosua Hutabarat, Senin (19/9/2022).

Suaminya, Samuel Hutabarat, juga berharap yang sama.

Dia berharap pelimpahan berkas ini bisa segera mempercepat penyelesaian perkara sehingga keluarga bisa kembali hidup tenang.

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat tampaknya sudah lelah mengikuti perkembangan kasus kematian putranya yang saat ini sudah berjalan dua bulan lebih sejak Jumat (8/7/2022). 

Baca Juga: Kementan Dukung Ketersediaan Air Melalui RJIT, Petani di Muna Mulai Genjot Produksi

"Semoga persoalannya cepat selesai, kita pun fokus untuk mengerjakan sesuatu," ucapnya.

Samuel mengaku saat ini masih belum bisa tenang, dan saat beraktivitas sering memikirkan perkembangan kasus ini.

"Kalau seperti begini perkembangannya, kita kerja pikiran masih kemana-mana. Kalau sudah diadili bisa tenang," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Simanjuntak mengatakan, Irjen Ferdy Sambo menembak kepala belakang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Hal ini dikatakan Martin Simanjuntak berdasarkan proses rekonstruksi dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang digelar kepolisian, beberapa waktu lalu.

"Dari hasil rekonstruksi, Ferdy Sambo nembak juga dan dia menembak bagian kepala," ujar Martin dalam tayangan Kabar Petang di tvOne, Senin (19/9/2022) kemarin.

Load More