/
Jum'at, 23 September 2022 | 16:56 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan. (Suara.com)

SuaraBandungBarat.id - Sosok Luhut Binsar Panjaitan (LBP) memang selalu menarik untuk diikuti. Selalu saja ada wacana baru disekitaran LBP yang dapat dijadikan referensi., terutama berkisah tentang profil perjalanan hidupnya.

Setelah kisruhnya dengan Haris Azhar dan beberapa tokoh aktivis terkait dengan vaksin Covid-19, LBP jarang tampil di media. Namun, kini muncul informasi bahwasanya LBP tidak akan mencalonkan diri menjadi kandidat Capres, dengan alasan dia adalah double minoritas dalam hal etnis juga agama yang ia anut.  

Diketahui bahwa Luhut adalah putra pertama dari lima bersaudara dari pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Farida. Ia lahir pada 28 September 1947 di Toba Samosir, Sumatra Utara.

Ayah Luhut sempat bekerja sebagai sopir bus, tetapi suatu hari nasibnya berbalik ketika bekerja di perusahaan dan disekolahkan di Amerika Serikat.

Kemudian, setelah lulus SMA, Luhut masuk Akademi Militer (Akmil) Angkatan Darat. Selama menjalani pendidikan militer, dirinya berkali-kali mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik.

Beberapa di antaranya adalah Adhi Makayasa untuk lulusan terbaik AKABRI bagian Darat pada 1970 dan pada 1971 mendapat tiga penghargaan sekaligus: lulusan terbaik Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (SUSSARCABIF), Sangkur Perak Komando untuk lulusan terbaik Kursus Komando, dan Trophy Payung Emas untuk lulusan terbaik Kursus Lintas Udara.

Karier cemerlang Luhut di bidang kemiliteran tak serta merta membuatnya berpuas hati. Pada 2004 ia mulai merintis bisnis di bidang energi dan pertambangan.

Ia mendirikan PT Toba Sejahtera, yang bergerak di sektor pertambangan batu bara dan memiliki anak usaha di sektor minyak dan gas, perkebunan, dan kelistrikan.

Selain militer dan bisnis, Luhut juga melebarkan sayap kariernya di politik dengan bergabung ke Partai Golkar. Pada 2008 ia menjadi Wakil Ketua DPP Partai Golongan Karya, tetapi keluar pada 2014 karena mendukung Jokowi di Pilpres 2014.

Baca Juga: Kenaikan Suku Bunga BI Tekan Kredit Perbankan, Pakar: Kredit UMKM Harus Dipertahankan

Setelah Jokowi memenangkan kontestasi politik itu melawan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, Luhut diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Namun, belum lama menjabatnya, Luhut dilantik sebagai Menkopolhukam pada 2015 dan kembali dipindah ke kementerian lain saat perombakan kabinet. Pada 2016 ia diminta Jokowi menjadi Menko Kemaritiman dan Sumber Daya dan kini melanjutkan tugasnya untuk periode kedua.

Sumber : Suara.com

Load More