- Mahfud MD menegaskan Komisi Percepatan Reformasi Polri tidak memberikan rekomendasi sosok pengganti Kapolri kepada Presiden Prabowo Subianto.
- Fokus utama komisi adalah menyusun sistem jenjang karier ketat agar setiap perwira Polri menempuh tahapan penugasan secara profesional.
- Penerapan sistem karier yang terukur bertujuan menjaga integritas organisasi serta mencegah praktik promosi jabatan secara instan atau karbitan.
Suara.com - Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD, menegaskan pihaknya tidak memberikan rekomendasi terkait sosok pengganti Kapolri kepada Presiden Prabowo Subianto.
Sebab urusan pergantian Kapolri sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden dan bukan ranah kerja tim reformasi.
Hal itu ia ungkap dalam siniar bertajuk "Prabowo: Tak Cukup Hanya Reformasi Polri!" yang diunggah di kanal Youtube Mahfud MD Official.
Dalam siniar itu, Mahfud mengungkap Komisi Percepatan Reformasi Polri lebih fokus pada pembenahan sistem jenjang karier daripada menunjuk personal.
"Kita kan membuat penyempurnaan mekanisme, aturan dan sebagainya. Kita tidak menyangkut orang. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang sering masuk ke kita kan kapan tuh Kapolri diganti? Kenapa sampai sekian tahun? Nah, itu bukan urusan tim reformasi,” ujar Mahfud dikutip, Rabu (6/5/2026).
Alih-alih menyodorkan nama, Mahfud justru menyoroti pentingnya pemberlakuan sistem karier yang ketat guna memastikan setiap perwira melewati tahapan penugasan yang lengkap.
Hal ini menurutnya tertuang dalam laporan rekomendasi setebal ribuan halaman yang telah diserahkan kepada pemerintah.
"Untuk sampai ke Kapolri itu misalnya mulai dari awal, lalu di polsek dulu terus ke Polres berapa Polres dia lewati lalu ke Polda berapa Polda dia lewati lalu ke eselon satu dan seterusnya sampai akhirnya dia boleh menjadi Kapolri kira-kira sesudah pensiun menjelang 2 tahun atau 3 tahun," paparnya.
Mantan Menko Polhukam tersebut menilai, dengan aturan main yang jelas, persaingan di internal kepolisian akan berlangsung secara sehat tanpa perlu adanya praktik promosi yang dipaksakan atau "karbitan".
Baca Juga: Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
"Nggak perlu ada katrol-katrolan. Biar aja berlomba. Berlomba sampai nanti siapa yang sampai di sini di umur sekian dari sekian orang yang sudah bintang tiga ini nanti dipilih satu oleh presiden untuk dipilihkan ke DPR," tambahnya.
Mahfud juga menegaskan bahwa tujuan utama dari rekomendasi tersebut adalah menjaga integritas organisasi.
"Karier path itu sebenarnya kan agar orang tidak melompat-lompat ya. Ya, itu yang kemudian dijawab dengan rekomendasi tentang memberlakukan career path, Itu saja kita gak membatasi," ungkapnya.
Meskipun Presiden Prabowo dilaporkan telah memberikan instruksi agar rekomendasi jenjang karier tersebut diikuti, Mahfud menyadari bahwa hukum tetap memberikan ruang bagi jalur khusus dalam kondisi luar biasa.
"Menjadi kecuali sangat luar biasa gitu. Pasti ada jalur-jalur ya taruhlah jalur caesar yang bisa dilakukan oleh Presiden," pungkas Mahfud.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan
-
Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah
-
Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026
-
DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama