/
Minggu, 25 September 2022 | 19:42 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Suara.com)

SuaraBandungBarat.id - Heboh warga terkait dengan konversi dari kompor gas ke kompor listrik. Terutama ibu rumah tangga banyak yang komplain karena merekalah yang benar-benar merasakan kebijakan tersebut. 

Diketahui sebelumnya bahwa Program konversi kompr gas ke kompor listrik yang digagas oleh pemerintah resmi ditunda dan tidak akan dilaksanakan pada tahun 2022.

“Pemerintah belum memutuskan terkait program konversi kompor LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik induksi,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, di Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Terkait dengan hal tersebut, Airlangga mengklaim, pemerintah senantiasa menerima masukan tidak terkecuali dari masyarakat. Bahkan, pemerintah juga memantau suara masyarakat di media. 

Selain itu juga memantau secara langsung ondisi di lapangan terkait dengan konversi dari kompor LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik induksi. 

“Dapat dipastikan program ini tidak akan diberlakukan di tahun 2022. Sampai saat ini pembahasan anggaran dengan DPR terkait dengan program tersebut belum dibicarakan dan tentunya belum disetujui,” ujar dia, dikutip dari Warta Ekonomi.

Airlangga pun menambahkan, program kompor listrik hingga kini masih terus dilakukan uji coba menggunakan 2.000 prototipe daari rencana total 300.000.

Dia menambahkan, pemerintah terus memperhatikan kepentingan rakyat dalam program konversi ini.

“Pemerintah akan menghitung dengan cermat segala biaya dan risiko, memperhatikan kepentingan masyarakat, serta menyosialisasikan kepada masyarakat sebelum program diberlakukan,” pungkasnya.

Baca Juga: Penerima Vaksinasi Dosis Ketiga di Indonesia Hari Ini Mencapai 63 Juta Orang

Sumber : Suara.com

Load More