/
Jum'at, 14 Oktober 2022 | 14:27 WIB
Petugas BPBD KBB bersama aparat keilayahan saat meninjau lokasi longsor (Dok BPBD KBB)

SuaraBandungBarat.id- Setidaknya 40 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Cibangkonol, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terisolir lantaran akses jalan penghubung di kawasan tersebut kembali diterjang longsor pada Kamis 13 Oktober 2022.

Sebelumnya, pada Minggu 11 September 2022 lalu peristiwa longsor terjadi di titik yang sama. Akibat peristiwa ini aktivitas masyarakat di lokasi sekitar longsor terganggu.  

Warga setempat, Sopandi (40) mengatakan, longsor tersebut mengakibatkan tumpukan karung yang dipasang warga usai peristiwa pertama kembali rusak lantaran tergerus material longsor.

"Masyarakat yang akan bepergian untuk beraktivitas seperti pertanian, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan, terpaksa harus jalan kaki membuka akses jalan yang lain karena susah aksesnya," katanya Jumat 14 Oktober 2022.

Ia menambahkan, akibat longsor yang terjadi pada Minggu sore tersebut juga mengakibatkan halaman rumahnya kembali tertimbun material longsor susulan. 

"Saya harap segera dilakukan secara permanen. Karena ini jalan satu-satunya dan rumah saya terancam," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Kertamukti, Heryana membenarkan bahwa sebanyak 40 warganya tidak dapat beraktivitas normal lantaran akses jalan terputus.

"Kendaraan yang berada di luar perkampungan terpaksa dititipkan ke rumah warga, sementara pengendaranya jalan kaki untuk sampai ke rumah.

Ia berharap pemerintah daerah bisa ikut menyalurkan bantuan untuk perbaikan jalan tersebut. Pasalnya, dana desa tak cukup untuk mengcover perbaikan. Kalau pun mesti tetap pakai dana desa, itu baru bisa dilakukan akhi tahun 2022.

Baca Juga: Pengamat Politik Sebut AHY Kemungkinan Besar Dampingi Anies Baswedan pada Pilpres 2024

"Setidaknya pemda bisa membantu warga masyarakat, supaya jalan bisa diperbaiki secepatnya, berhubung anggaran desa sudah habis dibelanjakan keperluan yang sudah duluan dianggarkan yakni BLT Desa," pungkasnya.  (*)

Load More