/
Senin, 17 Oktober 2022 | 07:42 WIB
Monumen Bom Bali. Warga Australia yang sedang ada di kawasan Kuta sampai marah lantaran kembali melihat kekejaman teroris yang menghancurkan tempat hiburan malam beberapa tahun silam lalu. (bali.suara.com)

"Kami bahkan tidak bisa pergi ke tugu peringatan sekarang," katanya.

Dia pun mempertanyakan, polisi dan perwira militer Indonesia malah diizinkan masuk ke situs peringatan untuk meletakkan karangan bunga.

Dalam pemutaran video tersebut, pemerintah Australia mengatakan tidak terlibat.

Bahkan secara resmi pemerintah Australia akan menyampaikan kemarahan warganya kepada pihak berwenang Indonesia.

"Kami sangat kecewa dengan keputusan yang dibuat oleh penyelenggara," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Australia

"Kami memahami kesulitan yang ditimbulkan dan siap menawarkan bantuan kepada setiap warga Australia yang mungkin membutuhkannya."

Umar Patek ikut muncul dalam video

Kemudian, dalam video lain mereka juga melihat tayangan Umar Patek.

Dia adalah pembuat bom dalam serangan Bom Bali. Umar Patek terlihat mengibarkan bendera Indonesia.

Baca Juga: Situs Gua Pawon Bakal Ditata agar Nyaman bagi Wisatawan

Rupanya kemunculan Umar Patek dalam video diprotes keras Jan Laczynski.

Dia yang kehilangan lima temannya dalam serangan bom, langsung terkejut melihatnya.

"Seharunya fokusnya pada 88 orang Australia, 202 [korban] ... tidak difokuskan pada monster-monster ini, para teroris ini."

Saat ini dikabarkan jika Umar Patek sedang menunggu pembebasan bersyarat dari penjara setelah menjalani setengah dari hukuman 20 tahun. (*)

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporan ABC News telah tayang di suara.com berjudul: Warga Australia Geram Melihat Video Detik-Detik Ledakan Saat Peringatan Bom Bali di Kuta

Load More