Suara Denpasar - BaliMakãrya Film Festival Internasional (BFFI) 2022 Ajang perfilman internasional yang digadang-gadangi akan menjadi besar.
Bahkan bisa setara dengan even serupa seperti Festival Film Internasional Toronto atau Toronto International Film Festival.
Dibuka pada Minggu (16/10/2022), BaliMakãrya berlangsung di Oasis Stage Amphitheater Kuta BeachWalk, Badung, Bali.
Banyak pecinta dan penikmat film yang hadir dalam gelaran perdana ini.
Usai pembukaan dilanjutkan dengan pemutaran film Tegar karya Anggi Frisca bertempat di Studio XXI Kuta Beachwalk.
Film Tegar ini mengisahkan Tegar (10) seorang anak berkebutuhan khusus, ingin sekolah.
Kakek (65) yang setuju dengan keinginan Tegar sudah meninggal dunia.
Ibu Tegar tidak setuju dengan permintaan Tegar, sehingga ia kembali menyimpan mimpinya untuk sekolah dan punya teman.
Ibu Tegar sibuk dengan pekerjaannya sehingga menitipkan Tegar kepada Isy (asisten rumah tangga).
Baca Juga: Jika Kebelet 'Kikuk-kikuk', Sosok R Pulangkan Pegawai Denise Chariesta, Eh Gak Dikasih Ongkos
Suatu hari Isy terpaksa pulang kampung untuk merawat ibunya yang sakit.
Tegar yang ditinggal harus berjuang untuk bertahan hidup di rumah sendirian.
Akhirnya Tegar memutuskan untuk keluar dari rumah dan melakukan perjalanan untuk mewujudkan mimpinya yang sederhana, bersekolah dan berteman.
"Pada awalnya Balimakarya pertama digelar tahun 2021, dimana skupnya masih peserta local dan nasional.
Tahun ini peserta BFFI pesertanya lebih luas dari Kawasan negara-negara di Asia Tenggara, jadi inilah pergelaran film internasional pertama di Bali,” ungkap Anggota Dewan BFFI 2022 Tommy F Awuy.
“Kompetisi film pendek fiksi dan dokumenter kali ini pasti beda, sebab jangkauan secara internasional, yakni regional Asia Tenggara. Selama lima hari, (16 – 21 Oktober 2022), kolaborasi seni dalam lima bidang utama itu," sebutnya.
Ia menambahkan, festival ini bertujuan mengembangkan apresiasi dan juga melahirkan profesional-profesional di bidang film.
Pertukaran budaya dengan negara-negara lain dan berjejaring secara profesional.
“BaliMakãrya juga ingin menjadikan Bali sebagai sentra (hub) atau kiblat yang ideal untuk festival-festival film terpenting khususnya di Asia Tenggara. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026