/
Senin, 31 Oktober 2022 | 22:42 WIB
Sonya Fatmala mengisi kegiatan dalam TPPKK di wilayahnya (instagram @sonyafatmala)

SuaraBandungBarat.id- Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) KBB, Sonya Fatmala mengatakan, pihaknya turut prihatin atas kekerasan yang menimpa ART di kawasan Cilame Kabupaten Bandung Barat.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya menunggu proses yang dilalui di Polres Cimahi yang dilewati oleh korban. Oleh karena itu, hingga saat ini pihaknya belum berbuat apa-apa.

"Saya menunggu proses dari kepolisian dulu karena memang ranahnya masih ranah hukum," katanya,Senin (31/10/2022)

Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait terlebih korban tercatat sebagai warga Kabupaten Garut.

"Karena korbannya adalah warga Garut, jadi kita akan berkoordinasi dengan Pemkab Garut terkait dengan penanganan selanjutnya baik dari aspek psikis dan berkonsultasi dengan psikologis," katanya.

Sejauh ini, berdasarkan informasi yang diperoleh, kata Sonya, korban kekerasan tersebut sudah ditemui oleh pihak keluarga.

"Jadi kami masih menunggu hasil penanganan kasus ini seperti apa. Apalagi keluarga korban sudah datang menjemput," katanya.

Ia menegaskan, pihaknya saat ini terus berupaya maksimal menangani kekerasan yang menimpa perempuan terutama kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual dan yang lainnya.

"Kami mempunyai program Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak (Geprak) yang berkolaborasi dengan psikolog, polisi, lembaga bantuan hukum (LBH), termasuk ada lawyernya juga untuk menangani  kasus kekerasan yang ada di Bandung Barat,” pungkasnya. (*)

Baca Juga: Ini 6 Perbedaan TV Analog dan TV Digital

Load More