/
Senin, 05 Desember 2022 | 19:05 WIB
Penjelasan apa itu Silent Treatment menurut seorang Psikolog, Dimas Alwin Haryono S.psi. (Dimas Alwin Haryono.)

SuaraBandungBarat.id- Kehidupan bersosial atau bersama pasangan kadang menghadapi dinamika yang bermacam-macam, salah satunya ketika kita mengalami suatu hal yang membuat kita marah.

Lalu bolehkah kita mendiamkan orang saat kita lagi marah? Seorang psikolog yakni Dimas Alwin Haryono memberikan penjelasannya.

Lewat akun pribadi Instagramnya @mudahbergaul, Dimas menyebutkan bahwa situasi seperti dalam ranah psikologi disebut dengan silent treatment.

Silent treatment adalah kondisi dimana kamu sengaja mendiamkan seseorang dengan harapan agar orang tersebut menjadi sadar dan peka atas perbuatannya.

Silent treatment ternyata perbuatan kurang baik yang termasuk perilaku toxic dan merupakan sebuah kekerasan terhadap mental.

Silent treatment akan berdampak buruk terhadap dirimu dan orang lain.

Berikut ini dampak buruk silent treatment:

1. Membuat hububunganmu bersama orang lain rentan rusak

2. Tidak membuat masalah selesai, justru malah menambah masalah.

Baca Juga: Pernyataan Lengkap Polisi soal Perampokan Rumah Raheem Sterling: Tidak Ada Kekerasan

3. Bisa membuat orang lain trauma.

4. Membuat orang lain merasa bersalah

Jadi sebenarnya mendiamkan orang lain ketika kita marah itu boleh atau tidak?

Menurut Dimas Alwin Haryono, jawabannya adalah tergantung dengan tujuan kita melakukan silent treatment.

Jika kamu melakukan silent treatment dengan tujuan untuk menenangkan diri terlebih dahulu, boleh-boleh saja.

Jika kamu melakukan silent treatment agar tidak salah ambil keputusan da tidak salah ketika berbicara.

Situasi tersebut kemudian dinamakan being silent.

Akan tetapi, jika kamu melakukan silent treatment dengan tujuan agar orang lain peka/sadar sendiri dengan perbuatannya, inilah yang disebut silent treatment yang sebaiknya jangan dilakukan.

Solusi untuk menghindari silent treatment:

1. Jika kamu sedang marah dan tidak mau berbicara langsung, maka tenangkan diri terlebih dahulu merupakan jalan terbaik.

2. Kalau sudah tenang, coba mulai berbicara dan tidak diam terus-menerus.
Intinya, diam ketika sedang marah itu boleh, asal tujuannya untuk menenagkan diri terlebih dahulu.(*)

Load More