SuaraBandungBarat.id- Para atlet peraih medali pada ajang Porprov Jabar XIV asal Kabupaten Bandung Barat tengah resah. Pasalnya, nominal bonus yang dijanjikan Pemkab Bandung Barat tidak sesuai harapan.
Ketua Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) KBB, Dedi Suprapto mengatakan, sebagai Cabor pihaknya tidak ingin masuk pada ranah persoalan-persoalan kebijakan politik. Oleh karena itu, pihaknya fokus terhadap pembinaan para atlet.
"Karena kita ini tugasnya adalah membina atlet secara langsung. Jadi tentang masalah politik anggaran dan sebagainya itu adalah wilayah kerjanya KONI. Kita bergabung di KONI sebagai holding," katanya, Sabtu (14/1/2023).
Ia mengaku kecewa terhadap persoalan dan permasalahan yang terjadi saat ini terutama yang menyangkut dengan nasib para atlet di Kabupaten Bandung Barat.
"Namun demikian, ini benar-benar membuat saya kecewa, dan ternyata permasalahan ini banyak sekali. Ada beberapa terkait masalah apa yang disampaikan oleh KONI Bandung Barat terkait eksternal atau uang kadeudeuh terhadap atlet," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya mendapatkan informasi terkait berkurangnya uang bonus bagi peraih medali yang cukup signifikan. Terlebih para peraih medali emas dijanjikan bonus sebesar Rp 50 juta rupiah.
"Kalau isu itu benar dengan nilai seperti itu saya pikir ini bukan hanya tidak konsisten tapi tidak rasional dalam berpikir memberikan anggaran dari Rp 50 juta menjadi Rp 25 juta untuk kadeudeh itu keterlaluan," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika pengurangan bonus tersebut terjadi, hal tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Bandung Barat tidak konsisten dengan ketetapan nominal yang dijanjikan kepada atlet berprestasi.
"Pertama mereka sudah melanggar daripada nomenklaktur yang sudah dibuat sendiri dalam ketetapan yang sudah dibuat oleh pemerintah daerah," katanya.
Baca Juga: Surprise! Pegadaian Punya Kado Awal Tahun untuk Nasabah
"Kedua, tidak melihat dari aspek psikologisnya, Kota Bandung, Kab Bandung, Kota Cimahi bahkan yang daerah kecil itu naik kadeudeuhnya. Ini ada apa?," imbuhnya.
Ia menegaskan, jika landasan pengurangan bonus yang dilakukan oleh Pemkab Bandung Barat tersebut adalah defisit anggaran maka alasan ini tidak dapat diterima. Pasalnya, kondisi ekonomi yang sama dialami daerah lain.
"Makanya saya melihat dengan politik anggaran seperti ini saya berharap pemimpin ke depan minimal mereka kembali bergerak kepada prinsip nurani politik yang benar. Karena ini sudah tidak bernurani," katanya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas