/
Rabu, 01 Februari 2023 | 10:43 WIB
Etika Bersenggama dan Doa Bersetubuh Menurut Kitab Fathul Izar (Unsplash/ Visual Karsa)

SuaraBandungBarat.id - Sebuah kitab tentang pendidikan seksual yakni Fathul Izar karya Agus Abdullah Fauzi menjelaskan tentang etika bersenggama dan Doa bersetubuh.

Diktuip dari web jabar.nu.or.id, kitab Fathul Izar Fi Kasyf al-Asrar li Awqat al-harts wa Khilqat al-Akbar artinya “Pembuka sarung di dalam Masalah Seputar Waktu Terbaik Menanam Benih dan Bentuk Keperawanan.”

Dalam kitab Fathul Izar ada 3 etika bersenggama.

Yakni 3 etika sebelum melakukan senggama, dan 3 etika sesudah melakukan senggama.

Adapun tiga etika sebelum melakukan senggama yaitu:

1. Mendahulukan bercumbu supaya hati isteri tidak tertekan dan mudah melampiaskan hasratnya

Sampai ketika suami menguasai serta tubuh istri menggeliat dan ia minta dekapan suami, maka suami mendekap isteri.

2. Menjaga waktu senggama

Dalam waktu ini jangan menyutubuhi isteri dengan posisi berlutut, karena hal demikian memberatkannya Atau tidur miring karena hal demikian menyebabkan sakit pinggang.

Baca Juga: Rezeki Lancar, Ini Bacaan Surat Al-Waqiah Setelah Salat

Dan jangan memposisikan isteri di atasnya, karena hal demikian mengakibatkan kencing batu.

Posisikan isteri dalam posisi terlentang seraya mengangkat kakinya, karene itu posisi bersenggama yang terbaik.

3. Memperhatikan waktu bersenggama

Maksundya waktu penetrasi dengan membaca ta’awudz dan basmalah. dan menggosok-gosokkan penis di sekitar vagina, meremas payudara dan hal lain yang dapat membangkitkan syahwat isteri.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sesaat sebelum bersenggama menurut Fathul Izar:

- Saat bersenggama maka yang pertama yaitu penetrasi dilakukan secara pelanpelan dan tidak tergesa gesa (ritmis).

- Menahan (ejakulasi) pada saat birahinya mulai bangkit, sampai tuntas orgasme istri. Karena hal tesebut dapat menumbuhkan rasa cinta di hati.

- Hendaknya suami tidak terburu-buru mencabut dzakar ketika ia merasakan mani istri, karena hal itu dapat melemahkan dzakar.

- Jangan mencabut dzakar (saat enjakulasi) karena hal tersebut itu merugikan isteri.

Adapun tiga etika setelah melakukan senggama yaitu:

1. Suami menyuruh isteri tidur miring ke kanan agar anak menjadi laki-laki, insya Allah.

Bila isteri tidur miring ke kiri maka anak menjadi perempuan. menurut hasil percobaan dalam kitab tersebut.

2. Suami mengucapkan dzikir yang dari Nabi di dalam hati sesuai yaitu: Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air, kemudian menjadikannya keturunan dan besan. Dan adalah Tuhanmu itu maha kuasa.

3. Berwudu ketika hendak tidur wudlu ini sunah dan membasuh dzakar bila hendak mengulangi bersenggama.

Doa saat hendak melakukan senggama:

Membaca basmalah ketika bersetubuh maksudnya menyetubuhi isterinya, dan surat Ikhlas
sampai akhirnya, takbir, tahlil serta membaca : "bismillahil aliyyil adzim, Allahummajalha
dzurriatan thoyyibah in kunta qoddarta an tukhrija mi sholbi, allahumma jannibni syaiona
wa jannibis syaitoa ma rozaqtana".

Sebagian Masyayikh mengatakan: Barangsiapa menyetubuhi isterinya lalu ketika ia merasa
keluar mani ia membaca dzikir : "la tudrikuhul absoru wahuwa yudrikul abshor wahuwa
latiful khobir".

Demikianlah tiga etika sebelum dan sesudah bersenggama serta doa bersenggama menurut kita Fathul Izar.(*)

Load More