- Pemerintah Provinsi Papua Tengah melanjutkan program sekolah gratis bagi 58.920 siswa jenjang SMP hingga SLB tahun 2026/2027.
- Anggaran sebesar Rp77,8 miliar dari Dana BOSDA digunakan untuk menanggung seluruh biaya pendidikan serta asrama bagi siswa.
- Penerapan program di SMA Negeri 2 Nabire memastikan seluruh proses pendaftaran hingga kelulusan bebas dari segala bentuk pungutan.
Suara.com - Program sekolah gratis yang menjadi andalan Pemerintah Provinsi Papua Tengah kembali berlanjut pada Tahun Ajaran 2026/2027. Tahun ini, sebanyak 58.920 siswa jenjang SMP, SMA, SMK, hingga SLB dipastikan bisa bersekolah tanpa dipungut biaya, dengan dukungan anggaran mencapai Rp77,8 miliar.
Anggaran tersebut juga mencakup pembiayaan asrama sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan di seluruh wilayah Papua Tengah.
Salah satu sekolah yang telah menerapkan program tersebut adalah SMA Negeri 2 Nabire. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah itu menerima 407 peserta didik baru dan memastikan seluruh proses penerimaan hingga kegiatan belajar mengajar berlangsung tanpa pungutan apa pun.
Penegasan itu disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Nabire, Suryati Mangallo, saat rapat bersama Komite Sekolah dan orang tua peserta didik baru di Aula Persada SMA Negeri 2 Nabire, Sanoba, Selasa (14/7/2026).
Suryati menjelaskan seluruh proses penerimaan peserta didik baru dilakukan secara daring sehingga siswa tidak dikenai biaya pendaftaran, administrasi, uang komite, uang pembangunan, biaya alat tulis kantor (ATK), maupun pungutan lainnya.
Seluruh kebutuhan biaya pendidikan, mulai dari pendaftaran hingga siswa lulus kelas XII, ditanggung Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah dengan dukungan Dana BOSDA.
"Kami dari pihak sekolah telah menyampaikan secara langsung kepada para orang tua bahwa seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan," ujar Suryati dikutip Suara.com dari Papuapatrolie-news.com.
Ia menilai program tersebut memberikan dampak besar bagi masyarakat karena mampu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama saat memasuki tahun ajaran baru.
"Kami dari pihak sekolah juga sangat mendukung program pendidikan gratis ini karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Baca Juga: Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
Program tersebut juga mendapat sambutan positif dari para orang tua siswa. Salah seorang wali murid, Greis Pasulatan, mengaku kini keluarganya tidak lagi dibebani berbagai biaya pendidikan yang biasanya muncul setiap awal tahun ajaran.
"Kami sebagai orang tua mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Papua Tengah dan Wakil Gubernur yang telah menghadirkan program pendidikan gratis. Anak kami bisa bersekolah tanpa dibebani biaya sehingga sangat meringankan pengeluaran keluarga. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut demi masa depan generasi Papua," ungkap Greis.
Program pendidikan gratis merupakan salah satu program unggulan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley.
Program ini mulai diterapkan sejak Tahun Pelajaran 2025 dan kembali dilanjutkan pada Tahun Pelajaran 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Surat Calon Jampidsus Beredar, Komjak Malah Pertanyakan Keabsahannya
-
JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk, Pakar Sebut Sopir dan Perusahaan Wajib Bayar Denda
-
Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua
-
Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis
-
Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah
-
Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa