suarabandungbarat.id - Ratusan warga Kampung Taneuhbereum Sukarapih, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya menyambut bulan Ramadhan dengan "ngubyag balong".
Ngubyag Balong sendiri, merupakan tradisi menangkap ikan secara massal. Kegiatan ini biasa dilakukan dalam momen tertentu, termasuk menyambut Ramadhan, atau juga biasa disebut warga Jawa Barat dengan istilah "Munggahan".
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling istimewa diantara bulan-bulan yang lainnya.
Perlu diketahui, pada Bulan Ramadhan semua kebaikan umat Muslim akan dilipatgandakan sesuai dengan apa yang dilakukannya.
Sebaliknya, di Bulan Ramadhan semua perbuatan dosa dan maksiat yang dilakukannya akan mendapatkan ancaman siksaannya pun juga berlipat.
Kegiatan dengan tema "Bunga Manggih Munggah" atau bahagia dalam menyambut Ramadhan ini, juga menjadi bagian kegiatan dalam tradisi tradisi.
“Ya, ini kepedulian para tokoh untuk pelihara persatuan warga dalam momentum menyambut Ramadhan, sekaligus hari jadi Padepokan Naga Sakti,” kata Kepala Desa Sukarapih, Nur Nurdin kepada RRI, Minggu (12/3/2023).
Kegiatan yang diikuti, anak - anak hingga orang dewasa ini, dipresiasi warga setempat. Bagi warga, kegiatan ini membawa kebahagiaan tersendiri.
"Seru lah. Ramai - ramai tangkap ikan. Ini juga luapan kebahagian kami, karena sebentar lagi Ramadhan," ucap Dani warga yang mengikuti "ngubyag balong"
Baca Juga: Terkuak Pamer Kemesraan Sebut Ayu Ting Ting Wanita Idamannya Boy William
Tidak hanya mendapat ikan, dalam acara tersebut, warga juga mendapat hadiah berupa uang tunai, jika ikan yang ditangkap merupakan ikan dengan bobot terberat.
Tokoh Masyarakat setempat Imih. M. Munir mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian implementasi kegembiraan dalam menyambut Ramadhan.
"Ini bentuk rasa syukur, sekaligus menjadi bentuk kebahagiaan dalam menyambut Ramadhan," tambah Imih.
Ngubyag balong ini diikuti oleh warga sekitar, terutama warga Sukarapih.
"Tapi siapa saja boleh ikut. Untuk ikan ada sekira tujuh kwintal ikan, dengan bobot bervariasi," katanya. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Jadwal Imsak 1 Ramadhan 1444 H Kamis 23 Maret 2023 Jam Berapa, Lengkap Adzan Magrib dan Doa Niat Puasa
-
Kapan 1 Ramadhan 2023 Jatuh pada Tanggal Berapa? Cek Sidang Isbat 1444 Hijriah di Sini
-
Hitung Mundur Bulan Puasa 2023, Berapa Hari Lagi?
-
Kapan 1 Ramadhan 1444 H? Begini Jadwal Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah
-
Jadwal Puasa Ramadhan 2023 Sebulan Penuh, Kapan 1 Ramadhan 1444 H dan 1 Syawal?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026
-
4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir
-
Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan