suarabandungbarat.id – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, dimana pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syetan akan dibelenggu.
Syetan dibelenggu oleh Allah SWT selama bulan Ramadhan agar tidak menggoda manusia yang sedang menjalankan ibadah puasa. Mereka pun bisa fokus beribadah.
Akan tetapi, mungkin diantara kalian ada yang mempertanyakan tentang istilah “syetan dibelenggu”, dan masih ada manusia yang berbuat dosa dan maksiat bahkan pada bulan Ramadhan.
Oleh karena itu, simak penjelasan mengenai syetan dibelenggu saat bulan Ramadhan dan manusia yang masih berbuat dosa yang dilansir dari akun tiktok Gerald Vincent.
Jika syetan diikat atau dibelenggu saat bulan Ramadhan, seharusnya tidak ada kejahatan, bukan?
Memang ada hadits yang mengatakan, “Selama bulan puasa syetan akan dibelenggu”. Namun, arti “dibelenggu” disini belum tentu seperti apa yang kita bayangkan.
Ustad Buya Yahya pernah mengatakan, “Manusia itu kalau dibelenggu tangannya, tetapi kalau syetan, iblis, makhluk ghoib, kita tidak melihat dan tidak tahu bentuknya seperti apa”.
Bahkan, kita tidak tahu seperti apa jika syetan dan iblis dibelenggu.
Namun, tentu saja upaya mereka untuk berurusan akan manusia dibatasi oleh Allah SWT. Jadi, mereka dibelenggu dan tidak mengganggu lagi.
Tetapi, kejahatan masih saja terjadi bahkan saat di bulan Ramadhan. Misalnya, masih ada yang mabuk-mabukkan, masih ada yang bertengkar, dan lain-lain.
Kenapa bisa terjadi hal demikian?
Hal itu bisa terjadi karena pada dasarnya, manusia memiliki hawa nafsu. Syetan masih menyisakan hawa nafsu yang sudah ditanam di diri manusia.
Ibaratnya, syetan itu biasanya ‘ngompor-ngomporin’. Sekarang yang ngomporin sudah tidak ada, akan tetapi apinya masih ada disitu.
Nah, api itu mau tetap menyala atau justru padam, itu tergantung manusia yang mengontrol hawa nafsu.
Demikian penjelasan tentang istilah “syetan dibelenggu” saat bulan Ramadhan. Meski begitu, alangkah baiknya untuk tetap menjaga hawa nafsu supaya melakukan ibadah puasa menjadi berkah. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
-
Gandus Geger, Siswi SD Ditemukan Trauma, Diduga Korban Kekerasan Seksual Driver Ojol
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Dituduh Aniaya ART, Erin Taulany Bongkar Bukti CCTV: Dia yang Kabur dan Langgar Privasi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office