Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) menyambangi Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Pertemuan kedua ini berlangsung di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan untuk membahas kelanjutan soal Koalisi Besar.
Prabowo Subianto menyambut kedatangan Zulkifli Hasan di halaman rumahnya. Nampak Prabowo didampingi Wakil Ketua Partai Gerindra Budisatrio Jiwandono, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.
Prabowo dan Zulhas hanya melambaikan tangan mereka ke arah awak media dan kemudian masuk ke dalam rumah. Diketahui sebelumnya, Zulhas mengatakan saat ini PAN tengah mematangkan koalisi besar.
Sementara itu, Zulkifli Hasan ditemani dua Wakil Ketum PAN, yakni Yantri Susanto dan Viva Yoga Mauladi. Pertemuan ini dilakukan untuk memamatkan Koalisi Besar yang sudah dibicarakan sejak beberapa hari terakhir.
Zulhas menegaskan, Koalisi Besar ini harus memiliki komitmen yang kuat terhadap kebangsaan.
Prabowo mengatakan pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam itu membahas kelanjutan Koalisi Besar dan mencari format capres-cawapres terbaik untuk diusung di 2024 nanti.
"Ini juga dalam rangka, sebagaimana saya sampaikan beberapa hari lalu, bahwa menjelang 2024 yang sebentar lagi di hadapan kita, pimpinan-pimpinan parpol melaksanakan tugas kita, yaitu lebih intensif melakukan komunikasi politik," kata Prabowo, dikutip dari YouTube Liputan 6 (8/4/2023)
"Saling berkunjung, saling menukar pandangan, pendapat, dalam mencari suatu format terbaik untuk bangsa dan negara kita," sambungnya.
Pertemuan ini bertujuan untuk bersilaturahmi serta menindaklanjuti pembicaraan bersama Presiden Joko Widodo terkait ide pembentukan koalisi besar bukan sekedar wacana untuk penggabungan antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
Baca Juga: 3 Alasan Dirtek Garuda Select Cocok Latih Timnas Indonesia U-17
Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang turut hadir dalam acara itu mengungkapkan bahwa para ketua umum tersebut cocok berkoalisi.
"Saya hanya bilang cocok (berkoalisi), terserah pada ketua umum partai atau gabungan ketua umum partai untuk kebaikan negara, untuk kebaikan bangsa, untuk kebaikan rakyat, hal yang berkaitan bisa dimusyawarahkan akan lebih baik," kata Jokowi. (*)
Sumber: YouTube Liputan 6
Tag
Berita Terkait
-
Angga Yunanda Ngaku Sering Kalap saat Belanja
-
Tandang ke Markas Persita, Luis Milla: Persib Siap Persembahkan Penampilan Terbaik
-
NTT Bakal Diguyur Hujan Lebat Hingga Tiga Hari Mendatang, BMKG Minta Warga Waspada Potensi Bencana Alam
-
Soal Koalisi Besar, Sekjen PAN Sebut Presiden Jokowi Tidak Ikutan Mengatur
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim
-
Demo adalah Aksi Menyuarakan Ketidakpuasan, Bukan Pamer Dukungan
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang
-
Baliho Ulang Tahun Jokowi di Solo Tuai Polemik, DPRD Curigai Penggunaan Dana APBD
-
Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam
-
Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran