SUARA BANDUNG BARAT - Malam Lailatul Qadar, dikenal sebagai malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Malam ini juga dikenal muncul pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Kemunculan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan ini diharapkan bisa menjadi berkah. Terutama bagi orang yang mengamalkan kebaikan di malam tersebut.
Pada kemunculan malam Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan ini, diharapkan untuk mengerjakan ibadah yang lebih khusyuk dan perbanyak berbuat kebaikan.
Ada empat tanda-tanda kemunculan malam Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan seperti dikutip dari akun tiktok Oki Setiana Dewi.
Ada berbagai tanda yang menunjukkan malam Lailatul Qadar.
Tandanya yang pertama, perhatikan kalau malam Lailatul Qadar itu yang pertama adalah udara dan angin di sekitar terasa tenang. Malam itu terasa tenang, udaranya tenang, anginnya tenang.
Maka, itu bisa jadi termasuk dari kemunculan malam Lailatul Qadar.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan, bahwa malam Lailatul Qadar adalam malam yang penuh akan kelembutan, dia cerah namun dia tidak panas, dia juga tidak begitu dingin, dan pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan, dia tidak menyinar secara menyengat.
Jadi, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, serta lebih tenang.
Baca Juga: Korlantas Polri Terapkan Dua Skema Guna Kendalikan Lalu Lintas Selama Mudik Lebaran 2023
Yang kedua, tanda kemunculan malam Lailatul Qadr adalah malaikat menurunkan ketenangan, sehingga malam itu kita merasakan ketenangan tersebut, dan kita rasakan kenikmatan kita dalam beribadah.
Suasana yang terasa akan sangat berbeda dibanding hari-hari lainnya adalah suasana yang lebih tenang dalam beribadah dan berbuat kebaikan. Jadi, pada malam itu kita dapat menikmati ketika tarawih, ketika membaca Al-Qur’an yang rasanya ingin berlama-lama, itu bisa jadi tanda malam Lailatul Qadar.
Kenikmatan dalam beribadah itu maksudnya, umat muslim mau melakukan ibadah terus-menerus dan berlama-lama, seperti mau membaca Al Qur’an, mau tarawih, shalat tahajud.
Yang ketiga ciri-ciri kemunculan malam Lailatul Qadar adalah adanya sebagian atau kadang-kadang manusia dapat melihat mimpi ini dalam mimpinya. Sebagaimana terjadi pada para sahabat.
Para sahabat pada malam itu melihat malam Lailatul Qadar ini di dalam mimpinya. Jadi, ada orang-orang tertentu yang Allah SWT pilih yang juga dapat merasakan dalam mimpinya.
Yang keempat ciri-ciri kemunculan malam Lailatul Qadar adalah matahari akan terbit di pagi hari dalam keadaan jernih. Tidak ada sinar yang menyengat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal
-
Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!
-
Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum
-
28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan
-
Those Who Wish Me Dead Malam Ini: Angelina Jolie Terjebak dalam Kepungan Api dan Pembunuh
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu
-
Innalillahi, Ayah Bunga Zainal Meninggal Dunia
-
4 HP yang Punya Desain Mirip iPhone 17 Pro: Harga Murah, Spek Gahar
-
Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman