Bisnis / Keuangan
Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi [Suara.com/Rina A]
Baca 10 detik
  • OJK terima 4 paket (28 nama) calon Direksi BEI periode 2026-2030.
  • Kandidat jalani verifikasi integritas dan fit and proper test sesuai POJK.
  • Direksi baru wajib genjot likuiditas bursa dan pikat investor global.

Suara.com - Persaingan memperebutkan kursi panas di pucuk pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi dimulai. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi telah menutup pendaftaran paket calon Direksi BEI periode 2026-2030 pada Senin (4/5/2026).

Hingga ketuk palu tenggat waktu, regulator telah mengantongi empat paket pencalonan. Artinya, ada 28 nama profesional yang kini siap adu mekanik dan visi demi mengelola jantung pasar modal Indonesia untuk empat tahun ke depan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa seluruh paket yang masuk telah memenuhi syarat administratif awal. Kini, bola panas ada di tangan OJK untuk melakukan proses filtrasi yang super ketat.

"Saat ini, OJK tengah melakukan verifikasi administratif secara ketat serta pemeriksaan latar belakang (clearing) untuk memastikan jajaran direksi BEI yang terpilih memiliki integritas serta rekam jejak keuangan yang bersih," tegas Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK secara virtual, Selasa (5/5/2026).

Hasan memberikan bocoran mengenai profil para pelamar. Menurutnya, komposisi kandidat kali ini cukup berwarna, memadukan 'darah lama' yang kenyang pengalaman di industri pasar modal dengan para ahli dari sektor keuangan dan teknologi informasi.

Sesuai Peraturan OJK (POJK) Nomor 58 Tahun 2016, para calon ini tidak maju sendirian melainkan dalam satu paket yang diusung oleh kelompok pemegang saham bursa. Nantinya, setiap individu wajib melewati 'kawah candradimuka' berupa penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).

Bukan sekadar jabatan, direksi baru BEI memikul beban berat. OJK mematok standar tinggi agar pemimpin bursa ke depan mampu mempercepat reformasi struktur pasar, meningkatkan likuiditas, hingga melakukan pendalaman pasar (market deepening).

"Kepemimpinan baru diharapkan memperkuat posisi pasar modal Indonesia di mata investor regional dan global, termasuk memenuhi ekspektasi dari global index provider," tambah Hasan.

Melalui seleksi transparan ini, OJK optimistis akan menyaring tujuh nama terbaik yang tak hanya jago berteori, tapi punya kemampuan eksekusi kuat. Tujuannya satu: menjadikan pasar modal nasional sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga: Cegah Pialang Bodong, OJK Luncurkan QR Code untuk Verifikasi STTD Asuransi

Load More