- BPS DKI Jakarta melaporkan jumlah pengangguran turun menjadi 334 ribu orang pada Februari 2026 dibandingkan periode tahun sebelumnya.
- Total angkatan kerja di Jakarta meningkat menjadi 5,53 juta orang dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 62,18 ribu orang.
- Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta melandai menjadi 6,03 persen yang didorong oleh peningkatan jumlah kelompok pekerja tetap.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta melaporkan jumlah pengangguran di ibu kota pada Februari 2026 mencapai 334 ribu orang. Angka ini diklaim menurun jika dibandingkan dengan periode Februari 2025 yang mencapai 338 ribu orang.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto mengtakan jumlah pengangguran mengalami penyusutan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
"Turun sekitar 4,54 ribu orang dibandingkan Februari tahun 2025," ujar Kadarmanto di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Di sisi lain, BPS juga mencatat total angkatan kerja di Jakarta pada Februari 2026 mencapai 5,53 juta orang, atau meningkat 57,64 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sejalan dengan itu, jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami kenaikan menjadi 5,2 juta orang, dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 62,18 ribu orang sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026.
Mengenai komposisi lapangan kerja, Kadarmanto memaparkan bahwa pertumbuhan didominasi oleh kelompok pekerja tetap.
"Peningkatan penyerapan tenaga kerja terjadi pada pekerja penuh dan setengah pengangguran, sementara jumlah pekerja paruh waktu mengalami penurunan," paparnya.
Penurunan jumlah pengangguran ini, menurut Kadarmanto, berdampak pada melandainya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jakarta menjadi 6,03 persen, atau turun 0,15 persen poin dari angka sebelumnya.
"Di bulan Februari tahun lalu, TPT menunjukkan angka sebesar 6,18 persen. Tingkat penurunan terbuka di Jakarta turun dari 6,18 persen menjadi 6,03 persen (Februari 2026)," katanya.
Baca Juga: DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat
Selain itu BPS juga menyoroti perbedaan angka pengangguran berdasarkan gender.
TPT laki-laki pada Februari 2026 berada di angka 6,54 persen (turun dari 6,77 persen), sementara TPT perempuan tercatat sebesar 5,28 persen (turun tipis dari 5,29 persen).
Meski angka pengangguran perempuan menurun tipis, jumlahnya secara umum masih lebih kecil dibandingkan kelompok laki-laki.
"Meskipun secara level, ini masih lebih rendah dibandingkan TPT laki-laki," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan