News / Metropolitan
Selasa, 05 Mei 2026 | 17:38 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Selasa (5/5/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
Baca 10 detik
  • BPS DKI Jakarta melaporkan jumlah pengangguran turun menjadi 334 ribu orang pada Februari 2026 dibandingkan periode tahun sebelumnya.
  • Total angkatan kerja di Jakarta meningkat menjadi 5,53 juta orang dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 62,18 ribu orang.
  • Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta melandai menjadi 6,03 persen yang didorong oleh peningkatan jumlah kelompok pekerja tetap.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta melaporkan jumlah pengangguran di ibu kota pada Februari 2026 mencapai 334 ribu orang. Angka ini diklaim menurun jika dibandingkan dengan periode Februari 2025 yang mencapai 338 ribu orang.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto mengtakan jumlah pengangguran mengalami penyusutan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

"Turun sekitar 4,54 ribu orang dibandingkan Februari tahun 2025," ujar Kadarmanto di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Di sisi lain, BPS juga mencatat total angkatan kerja di Jakarta pada Februari 2026 mencapai 5,53 juta orang, atau meningkat 57,64 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan itu, jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami kenaikan menjadi 5,2 juta orang, dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 62,18 ribu orang sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026.

Ilustrasi pekerja. (Unsplash/Adrian Pranata).

Mengenai komposisi lapangan kerja, Kadarmanto memaparkan bahwa pertumbuhan didominasi oleh kelompok pekerja tetap.

"Peningkatan penyerapan tenaga kerja terjadi pada pekerja penuh dan setengah pengangguran, sementara jumlah pekerja paruh waktu mengalami penurunan," paparnya.

Penurunan jumlah pengangguran ini, menurut Kadarmanto, berdampak pada melandainya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jakarta menjadi 6,03 persen, atau turun 0,15 persen poin dari angka sebelumnya.

"Di bulan Februari tahun lalu, TPT menunjukkan angka sebesar 6,18 persen. Tingkat penurunan terbuka di Jakarta turun dari 6,18 persen menjadi 6,03 persen (Februari 2026)," katanya.

Baca Juga: DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat

Selain itu BPS juga menyoroti perbedaan angka pengangguran berdasarkan gender. 

TPT laki-laki pada Februari 2026 berada di angka 6,54 persen (turun dari 6,77 persen), sementara TPT perempuan tercatat sebesar 5,28 persen (turun tipis dari 5,29 persen).

Meski angka pengangguran perempuan menurun tipis, jumlahnya secara umum masih lebih kecil dibandingkan kelompok laki-laki.

"Meskipun secara level, ini masih lebih rendah dibandingkan TPT laki-laki," pungkasnya. (Antara)

Load More