SuaraBandungBarat.id – Budaya gila kerja tengah menjangkiti pada sejumlah kalangan anak muda atau dikenal dengan hustle culture.
Hustle culture ini biasanya membuat seseorang memamerkan dengan sengaja tentang pekerjaan di media sosial.
Alasannya bisa jadi karena ingin terlihat bekerja keras oleh atasan, rekan kerja, dan bahkan kamu tidak memiliki waktu diri sendiri.
Dilansir bandungbarat.suara.com dari djkn.kemenkeu.go.id pada Jumat (25/4/2023), berikut penjelasan terkait hustle culture.
Secara bahasa, hustle memiliki artian mendorong seseorang agar bisa bergerak lebih cepat secara agresif, dan culture artinya adalah budaya.
Dengan begitu, dapat didefenisikan bahwa hustle culture adalah budaya gila kerja, seperti yang disampaikan oleh pakar psikologi.
Dalam perkembangannya, kondisi ini menjadi gaya hidup sehingga membuat seseorang terus bekerja dan tidak ada waktu untuk kehidupan pribadi.
Kondisi ini tak terlepas dari dunia yang begitu kompetitif seperti sekarang, di mana produktivitas dijunjung tinggi dan mendapatkan apresiasi.
Meski sebenarnya, bekerja keras adalah hal yang positif, tetapi akan menjadi masalah ketika tak pernah beristirahat.
Akibatnya, hal demikian lambat laun akan berdampak pada kesehatan seseorang, baik kesehatan fisik atau pun mental.
Ada sejumlah risiko penyakit yang dapat terjadi, di antaranya resistensi insulin, hiperkoagulasi, diabetes, dan bahkan stroke.
Beberapa cara bisa dilakukan agar terhindar dari budaya gila kerja tersebut, di antaranya kamu harus sadar terhadap keadaan.
Ketika sudah lama bekerja dan tubuh mulai merasakan kelelahan, maka segera sadar dan beristirahatlah.
Selain itu, berhentilah untuk membandingkan pencapaian-pencapaian kamu dengan pencapain orang lain.
Kamu harus menyadari bahwa setiap orang memiliki latar belakang berbeda dan kemampuan yang berbeda-beda.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Upah Beda, Perjuangan Sama: Siasat Bertahan dengan Gaji UMK
-
ASUS V600 All-in-One, Solusi PC Ringkas dengan Performa Tak Main-Main
-
Polisi: Restorative Justice Rismon Belum Diputus, Tunggu Gelar Perkara
-
Profil Liliek Prisbawono Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Pernah Terseret Kontroversi Pemilu dan CPO
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Andi Rahadian Resmi Jadi Dubes OmanYaman, Siap Ikuti Arahan Pusat di Tengah Isu Selat Hormuz
-
Etenia Croft Siapkan Karya Terbaru, Terinspirasi Momen Berharga di Eropa
-
ASN WFH Diawasi Sistem Digital, Menteri PANRB: Bukan Soal Absensi Fisik
-
Pemkot Jakpus Bersihkan Ikan Sapu-sapu Perusak Turap di Kali Cideng
-
Polda Metro Tegaskan WFH Tak Berlaku, Pelayanan Polisi Tetap Berjalan