- Polda Metro Jaya menegaskan seluruh layanan kepolisian tetap beroperasi normal meskipun pemerintah memberlakukan kebijakan WFH bagi ASN.
- Kepolisian tidak menerapkan sistem WFH atau WFA agar patroli keamanan tetap berjalan optimal demi kenyamanan masyarakat luas.
- Polda Metro Jaya berkomitmen melakukan penghematan penggunaan BBM dan emisi sebagai respons atas situasi global di Timur Tengah.
Suara.com - Polda Metro Jaya memastikan kebijakan work from home (WFH) tidak berlaku bagi pelayanan kepolisian.
Artinya, meski saat ini pemerintah memberlakukan WFH untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), pelayanan kepolisian tetap berjalan seperti biasa.
“Kalau pelayanan kepolisian itu tetap berjalan. Artinya, ada regulasi bagi ASN, serta staf swasta yang setiap minggu diatur regulasinya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, di Polda Metro Jaya, Jumat (10/4/2026).
Meski pihak kepolisian tidak melaksanakan WFH atau Work From Anywhere (WFA), pihaknya tetap akan melakukan penghematan BBM, mengingat kondisi konflik Timur Tengah yang masih belum kondusif.
“Jadi polisi tidak melaksanakan WFH, WFA (Work From Anywhere), tetapi melakukan penghematan terkait emisi, BBM, dan lain-lain,” ucapnya.
“Itu kita lakukan. Tetapi pelaksanaan patroli untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat tetap dilakukan,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya menyebut bahwa pemerintah tengah merampungkan kebijakan WFH tiap Jumat. Menurutnya, aturan ini akan bersifat wajib, setidaknya untuk ASN.
"[Aturan] WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta, tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik," jelas Airlangga.
Baca Juga: Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut
Berita Terkait
-
Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut
-
Pimpinan Komisi III Ahmad Sahroni Jadi Korban Pemerasan, Pelaku Catut Nama KPK Minta Rp300 Juta!
-
Polda Metro Dalami Laporan Terhadap Saiful Mujani Buntut Seruan Gulingkan Prabowo
-
Bukan di Hari Jumat, Pemda DIY Pilih Rabu Jadi Hari WFH bagi ASN, Ini Alasannya
-
Teka-teki Kematian Bos Tenda di Cibitung: Tewas Penuh Luka, Perampokan atau Dendam?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Pemkot Jakpus Bersihkan Ikan Sapu-sapu Perusak Turap di Kali Cideng
-
Lukmanul Hakim Puji Keberanian Prabowo Jaga Harga BBM di Tengah Konflik Global: Kita Angkat Topi!
-
Islah Bahrawi Nilai Prabowo Tak Sejalan dengan Gagasan di Buku Paradoks Indonesia
-
AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!
-
Israel dan Lebanon Siap Negosiasi di Washington, Upaya Gencatan Senjata Menguat
-
Resmi Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman, Liliek Prisbawono Komitmen Kawal Konstitusi
-
Pramono Sentil PLN Usai Mati Listrik Massal di Ibu Kota
-
Harapan Anwar Usman untuk Penggantinya di MK: Semoga Membawa Berkah bagi Bangsa dan Negara
-
Resmi Menjabat, Ini Daftar Anggota Ombudsman RI Periode 2026-2031
-
Islah Bahrawi Jawab Tudingan Makar: Saya Cinta Negara 1000 Persen, Tapi Belum Tentu Cinta Pemerintah