SUARA BANDUNG BARAT - Pimpinan pondok pesantren Al Zaytun kembali membuat heboh dunia maya setelah viral videonya yang melarang mengaminkan doa.
Panji Gumilang, kembali membuat kontroversi setelah sebelumnya ia juga mengklaim diri sebagai penganut mazhab Bung Karno serta mengizinkan perempuan menjadi khutbah salat.
Kontroversi lainnya yang dilkukan pimpinan ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat ini adalah menyanyikan lagu Yahudi di dalam masjid.
Terbaru, beredar di media sosial TikTok jika Panji Gumilang menyebut melafalkan doa tidak perlu untuk diaminkan. Salah satu akun yang turut membagikan informasi ini adalah @ucoksigarantang sebagaimana kami kutip pada Senin (5/6/2023).
Panji Gumilang mengatakan bahwa tidak boleh melafalkan amin saat berdoa, tetapi menggantinya dengan lafaz Alhamdulillah.
"Nah doa nggak boleh amin nak ya, doa jawabnya alhamdulillah" ujar Panji Gumilang sebagaimana terlihat dalam video yang beredar.
Ia juga berpendapat bahwa mengucapkan amin selepas melantunkan doa maka doanya tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Alasannya, disebutkan jika seseorang mengucapkan amin selepas melantunkan doa, maka ia tidak percaya terhadap Tuhan yang mahaesa.
Panji Gumilang mengartikan amin dalam doa sebagai "moga-moga" atau mudah-mudahan Allah mengabulkan doa.
Baca Juga: Jokowi Nggak Tahu Dapat Tiket Nonton Argentina vs Indonesia atau Tidak, Belum Ikutan 'Ticket War'?
"Apa makna amin?. Moga-moga, kepada Allah kok moga-moga?" ucapnya.
Dalam tafsiran Panji Gumilang mengucapkan amin sama saja dengan tidak meyakini bahwa Allah akan mengabulkan segala permintaan kita.
Sebabnya, menurut dia sebaiknya sesudah berdoa segeralah untuk mengucapkan alhamdulillah sebagai pengantti kata amin.
Dalam keyakinannya, Panji Gumilang bahwa jika menjawab doa dengan alhamdulillah maka akan segala hajat akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Melalui argumennya ini banyak warganet yang turut bingung dan menyesalkan tingkah laku Panji Gumilang serta tidak adanya penindakan tegas dari pemerintah. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'